Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 30-09-2020
  • 2180 Kali

Menelusuri Jejak Raden Suderma, Cucu Yudanegara (2-Habis)

Media Center, Rabu ( 30/09 ) Suderma disebut lahir dari rahim Raden Ayu Batur. Batur kemungkinan adalah anak tertua Yudanegara. Suami Batur ialah Tumenggung Baskara. Salah seorang bangsawan di Pamekasan.

Asumsi bahwa Batur anak tertua bisa terbaca di buku HJ De Graaf (Terbunuhnya Kapten Tack), tentang dukungan Mas Pringgawangsa, sosok yang disebut-sebut sebagai saudara Yudanegara.

Nama Pringgawangsa juga rupanya tak dikenal dalam babad, maupun catatan genealogi kuna para penguasa Sumenep abad 17. Pringgawangsa diceritakan De Graaf sebagai orang suci atau pertapa. Pringgawangsa yang sempat membuat kericuhan di keraton dengan aksi bersenjata, akhirnya berhasil ditumpas oleh Brajapati, Patih Sumenep yang dikenal memiliki pengaruh kuat.

Brajapati rupanya mendukung Pangeran Pulangjiwa sebagai pengganti Yudanegara. VOC rupanya tidak menyukai Pulangjiwa. Status Sumenep sebagai negeri bawahan Mataram yang terikat dengan perjanjian-perjanjian Susuhunan dengan VOC, selama perang Trunajaya, menjadi terombang-ambing.

Tidak dijelaskan secara rinci mengenai kronologi dan intrik-intrik yang berkembang dalam suksesi Madura Timur. Pulangjiwa naik tahta yang menurut data Sumenep semenjak 1672-1678. Meski dalam buku De Graaf, kisruh suksesi itu pasca 1680.

Kembali pada Raden Suderma, nama ini menarik perhatian. Pasalnya, nama Suderma justru benar-benar asing dalam tradisi babad dan tutur tinular yang masyhur.

Media Center pun mencoba mencari dan menelusuri. Info sementara, sebuah makam kuna di Desa Pandian, Kecamatan Kota Sumenep, teridentifikasi atau setidaknya merujuk pada Suderma.

Makam yang dikenal masyarakat sebagai makam Raden Sukendar. Keterangan ahlul balad, Sukendar ada kaitan dengan Yudanegara. Info tersebut diperjelas dengan riwayat dari keluarga Rumah Panggung Kepanjin.

“Sukendar dalam riwayat Rumah Panggung adalah anak Raden Ayu Batur,” kata Iik Guno Sasmito, salah satu anggota keluarga Rumah Panggung.

Rumah Panggung Kepanjin merupakan peninggalan Raden Entol Anom atau Raden Anggadiwangsa. Anggadiwangsa adalah salah satu Patih Sumenep yang diperkirakan hidup di abad 17.

Apakah ada keterkaitan antara Patih Brajapati yang berkarakter kuat di atas dengan Raden Anggadiwangsa, masih belum bisa dipastikan.

Mengenai info dari keluarga Rumah Panggung kemungkinan informasi yang memang sengaja tidak untuk konsumsi umum. Mengingat bahwa nama Suderma (seharusnya dieja Sudarma) atau Sukendar ini merupakan lembaran sejarah yang tersobek.

Namun secara emosional dan kekerabatan, keluarga Anggadiwangsa memang memiliki hubungan sekaligus pengaruh kuat atas keraton dinasti Yudanegara.

Sehingga agaknya bisa dimaklumi informasi secret itu bertahan hidup di keluarga tersebut

“Hanya saja, tidak ada keterangan pasti bahwa Sukendar ini adalah Suderma. Atau Sukendar ini pernah menjadi raja di Sumenep. Yang jelas Sukendar anak Raden Ayu Batur. Ini identik dengan Suderma,” tambah Iik, yang juga personel Komunitas Ngopi Sejarah (Ngoser).

Menurut Faiq Nur Fikri dari Komunitas Sumenep Tempo Doeloe, Raden Suderma tercatat dalam dokumen VOC sebagai salah satu penguasa Sumenep pada 1705. Suderma tidak lama menduduki tahta.

“Kabarnya beliau terbunuh. Bisa saja dalam sebuah konspirasi,” kata Faiq, Rabu (30/09/2020).

Jejak Suderma dari info Faiq dan Iik di atas, jika dipadukan membuka jendela dari sejarah gelap Sumenep. Makam kuna dengan kijing dan nisan khas abad 17 di sebelah timur Balai Desa Pandian semenjak dahulu dikenal keramat dan sekaligus angker. Makam Sukendar atau Suderma (Sudarma) itu masih original dan menjadi peninggalan berharga dalam menelusuri jejak-jejak sejarah yang tergerus arus zaman. ( Han, Fer )