Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 21-06-2015
  • 3682 Kali

Menelusuri Asal-Usul Tanaman Cemara Udang Di Lombang

News Room, Senin ( 22/06 ) Dalam cerita di buku babad Sumenep, disebutkan ada salah satu tokoh asing yang pernah berniat menaklukkan Sumenep. Pada waktu itu, Sumenep diperintah oleh salah satu tokoh legendaris yang bernama Joko Tole alias Ario Kudopanole atau Jaranpanole alias Pangeran Ario Secodiningrat III.

Tokoh asing yang disebut dalam karya pamungkas Musaid atau Raden Werdisastra ini bernama Dempo Awang. Singkat cerita, Dempo Awang yang dalam kisah tersebut memiliki sebuah perahu besar yang bisa terbang itu diluluh lantakkan oleh Joko Tole. Bahkan, perahunya hancur lebur, dan tiang-tiangnya berhamburan menancap di beberapa lokasi, salah satunya di perempatan Desa Pandian Sumenep (tepatnya di kampung Pelar atau tiang dalam bahasa Indonesianya).

Nah, dalam beberapa cerita tutur masyarakat sekitar Lombang, konon ekspedisi Dempo Awang tersebut memiliki benang merah dengan salah satu kekhasan wisata Lombang, yakni pohon Cemara Udang. Dengan asumsi mereka bahwa sebelumnya tanaman tersebut hanya pernah ada di kawasan Tiongkok.

“Ya para penduduk di sini, seperti penduduk Legung, Dapenda, Lombang yang ada di sekitar Pantai Lombang, Sumenep, Madura yakin kalau tanaman ini berasal dari Cina,”tutur Abdul Aziz salah satu penjual bibit maupun bonsai pohon Cemara Udang di kawasan wisata Pantai Lombang, pada News Room.

Memang, pada faktanya, Cemara Udang banyak ditemui di wilayah pesisir timur di Madura. Selain bermanfaat mencegah abrasi pantai, cemara ini rupanya bisa disulap menjadi tanaman hias dengan harga sangat fantastis.

“Ya, sebenarnya nilai rupiahnya juga tergantung pada selera pembeli. Kalau saya sendiri biasanya menjual bonsai Cemara Udang mulai dari harga Rp. 400.000,00 hingga di atas Rp. 1 juta,”kata Aziz. Sedangkan bibit Cemara Udang menurut Aziz, berkisar Rp. 40.000,00-an.

Dalam penuturannya, pria 2 anak ini sudah menggeluti usaha Cemara Udang selama puluhan tahun. “Seingat saya lebih dari 30 tahun yang lalu,”akunya.

Dalam faktanya memang pohon Cemara Udang merupakan tanaman khas yang memiliki banyak kegunaan selain nilai estetikanya. Jika di pesisir pantai efektif sebagai penangkis ombak sekaligus penahan angin pantai, ternyata kendati ditanam di perkotaan juga memiliki manfaat yang tak sedikit.

Seperti membuat teduh pengguna jalan. Pohon ini juga terkesan tak mengotori jalan, karena tekstur daunnya yang beda dengan pohon-pohon penghijau lingkungan lainnya.

“Disamping itu juga, perawatannya tidak susah, pemangkasannya juga paling tidak hanya tiap tahun,”tutur Sumad, salah satu penjual bibit Cemara Udang lainnya di kawasan tersebut.

Menurut Aziz dan Sumad, budidaya pohon Cemara Udang ini sangat mudah. Siapa saja diyakini keduanya bisa belajar dan langsung praktek dengan mudah.

“Yang terpenting dan harus diingat, kata Aziz, dalam proses pembibitan tersebut jangan sampai terkena air hujan terus menerus. Juga dijaga jangan sampai dikerubuti semut,” katanya lagi. ( Farhan, Esha )