Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 26-02-2022
  • 960 Kali

Melalui Literasi Dini, Guru Kreatif Anak Lebih Berkarakter

Media Center, Sabtu ( 26/02 ) Pelaksanaan TOT Literasi Dini bagi para guru di lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep bersama Tim Inovasi Jawa Timur di Aula Bappeda setempat sejak tanggal 23 Februari 2022 lalu, rupanya banyak memberikan pengalaman baru sebagai motivasi para guru PAUD untuk mengembangkan literasi dini di lembaga masing-masing.

Seperti halnya diakui Ratna Agustina, S.Pd, salah seorang guru di PAUD Elfath Desa Pangarangan Kecamatan Kota. Menurutnya, pengenalan literasi dini oleh para narasumber dari Inovasi, diakui sangat bermanfaat, karena banyak pengalaman yang bisa diterapkan oleh para guru agar lebih kreatif di lembaganya masing-masing. Bahkan, jika literasi dini ini bisa dilaksanakan dengan baik, anak akan memiliki karakter dan semakin berkembang tanpa merasa tertekan dalam belajarnya.

"Jika selama ini banyak guru yang sudah mengenalkan Baca, Tulis dan Hitung (Balistung) pada anak usia dini tentu hal itu kurang bermakna, karena anak-anak tidak terlalu paham, justru yang ada anak emosional, kurang sabar dan tidak kreatif, namun dengan penerapan literasi dini ini anak justru senang dan mudah berkembang sesuai karakteristiknya," ujar Ratna, saat ditemui usai mengikuti Training of Trainer (TOT) Literasi Dini, di Aula Bappeda Kabupaten Sumenep, Sabtu (26/02/2022).

Menurutnya, pada intinya guru harus siap menyediakan berbagai media belajar yang tidak harus mahal, namun hanya dengan benda-benda di sekitar anak akan lebih senang belajar, bisa meraba, mengenal tekstur benda serta lebih peka, empati dan sebagainya. Jika sebelum-sebelumnya mungkin lembaga pendidikan harus mengeluarkan dana banyak demi membeli kebutuhan berbagai alat pembelajaran.

Sementara Halimatus Sakdiyah, Guru PAUD Kartini Desa Lalangon Kecamatan Manding, juga mengakui kegiatan literasi dini sebenarnya sangat tidak asing bagi anak-anak di lembaganya. Sebab, di wilayahnya merupakan pedesaan sehingga lebih mudah melaksanakan.

Bahkan, sebenarnya selama ini sudah melakukan setiap hari. Hanya saja literasi dini ini implementasi bisa lebih dikembangkan, seperti halnya banyaknya tanaman dan buah-buahan di daerahnya, yang bisa dipergunakan untuk literasi dini, maka interaksi anak akan lebih banyak dan lengkap.

"Untuk melakukan literasi dini ini sebenarnya lebih kepada pengayaan gurunya sendiri agar lebih inovatif dan fokus terhadap kebutuhan anak, sehingga anak lebih kreatif, sosialis dan interaktif," tandasnya.

Diakui, jika di abad ini sangat dibutuhkan anak-anak yang berkarakter, tidak hanya pintar, namun memiliki karakter yang baik bagi bangsa dan negara.

"Sekarang ini anak sudah pegang gadget, mencari informasi yang beragam, sehingga empati anak kurang, anak juga kurang bersosialisasi. Nah, ini tugas guru untuk lebih kreatif dan menjadi motivator bagi anak agar senang dalam belajar," tambahnya. ( Ren, Fer )