News Room, Rabu ( 30/09 ) Keberadaan Koperasi Wanita (Kopwan) yang sudah terbentuk di masing-masing Desa di JawaTimur, termasuk di Kabupaten Sumenep, merupakan potensi besar dalam memberdayakan ekonomi masyarakat melalui Kopwan yang anggotanya para wanita.
Hal tersebut ditegaskan Ketua Forum Komunikasi Koperasi Wanita (FK Kopwan) Kabupaten Sumenep, Ummi Habibah Munir, Rabu (30/09).
Menurutnya, sejak berdirinya Kopwan pada tahun 2009 lalu, sudah cukup banyak memberikan dampak kepada para wanita, utamanya di Desa dalam kiprahnya menjalankan usaha bersama, seperti simpan pinjam serta usaha lainnya.
“Setidaknya bagi Kopwan yang benar-benar melaksanakan perannya dalam memberdayakan anggotanya, sudah dapat dirasakan manfaatnya tidak hanya oleh anggotanya, namun juga masyarakat sekitar,”ungkapnya.
Dikatakan, melalui Forum Komunikasi Kopwan yang sudah dibentuk sejak tahun 2012 lalu di Kabupaten Sumenep, menurut Ummi panggilan akrabnya, yang juga Ketua Kopwan Nadhlatun Nisa, Desa Kebunagung Kecamatan Kota Sumenep ini, akan terus memperjuangkan harapan para pengurus Kopwan, khususnya di Sumenep, agar Pemerintah mulai daerah hingga pusat lebih memperhatikan keberadaan Kopwan.
Sebab, diakui selama ini kendala dasar yang seringkali menjadi hambatan dalam memajukan usaha Kopwan, karena kurangnya modal usaha yang ada. Dan, jika hanya menggantungkan kepada para anggotanya, kemungkinan akan sulit untuk cepat berkembang, sehingga harus terus mendapat perhatian dan support dari pemerintah maupun lembaga usaha lainnya.
“Yang jelas, melalui Forum Komunikasi Kopwan di Sumenep, kami akan terus berupaya menyatukan persepsi untuk saling mendukung dalam peningkatan dan kemajuan Kopwan di masing-masing Desa,”tambahnya. ( Ren, Esha )