News Room, Senin ( 16/03 ) Mayat perempuan tanpa identitas, yang ditemukan Sabtu (14/03) kemarin, di Desa Beragung Kecamatan Guluk-guluk, akhirnya diketahui bernama Hj. Komariyah (50) warga Desa Batudinding Kecamatan Gapura. Kasat Reskrim Polres Sumenep, AKP Mualimin mengatakan, identitas korban berhasil diketahui, setelah Minggu (16/03) kemarin, aparat menerima pengakuan dari salah satu keluarga korban, bahwa korban adalah orang tuanya. Sesuai hasil interogasi sementara, korban keluar dari rumahnya sekitar pukul 13.30 WIB, pamit akan ke Desa Kasengan Kecamatan Manding, kerumah anaknya, namun ditunggu-tunggu ternyata tidak datang. “Sebagai tindak lanjut, kami telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi yang kali pertama menemukan mayat korban, dan kami sudah memanggil pihak keluarga korban, tapi minta waktu 3 hari setelah pemakaman, baru bersedia dimintai keterangan,â€Âkata Mualimin, pada wartawan di kantornya, Senin (16/03). Hingga saat ini, kata Mualimin, pihaknya belum mengetahui motif dari terbunuhnya korban itu, apakah korban perampokan atau murni pembunuhan yang direncanakan, karena luka yang ditemukan hasil keterangan dari para medis, terdapat di jari jempol dan pipi, yang perkirakan luka akibat jatuh. “Kami sudah meminta korban divisum, untuk diperiksa dan diteliti kembali hasil visum tersebut. Diduga ada orang-orang yang sengaja membawa korban ke wilayah Tempat Kejadian Perkara (TKP), karena hasil keterangan yang diberikan keluarga korban, bahwa korban merupakan orang sehat dan waras,â€Âterangnya. Seperti yang diberitakan sebelumnya, warga Dusun Gunung, Desa Beragung, Kecamatan Guluk-guluk geger dengan penemuan sesosok mayat perempuan berpakaian daster warna orange di daerah pegunungan setempat, Sabtu (14/03) pagi. Korban yang tidak diketahui identitasnya itu mengalami luka di jari kaki kiri dan luka lecet di kedua mata kakinya. Tidak ada luka lain disekujur tubuhnya, namun bibir korban membiru. ( Nita, Esha )