News Room, Kamis (12/02 ) Terjadinya beberapa bencana yang terjadi akhir-akhir ini, baik di beberapa tempat di Kabupaten Sumenep maupun dibeberapa kota lain di Indonesia menjadi perhatian kita semua. Karena itu, masyarakat harus lebih bersabar dan tidak malah mencari kesalahan pihak-pihak tertentu. Bahkan, diharapkan lebih berhati-hati dengan ucapan dan tidak melakukan hal-hal yang semakin membuat Tuhan menimpakan azab lain yang lebih dahsyat. Hal tersebut diungkapkan Ki Anom Pamongkas ketika ditemui disela-sela memberikan wejangan kepada para santrinya di Desa Batuputih Daya Kecamatan Batuhputih tadi malam. Menurutnya, apa yang terjadi di alam ini merupakan kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa, sebab tanpa kehendak-Nya, hal itu tidak akan terjadi. Namun, yang perlu menjadi renungan bagi kita semua, bahwa semua kejadian tentu ada sebab dan akibat. Yang tentunya karena ulah manusia sendiri, sehingga bencana itu terjadi. “Ingat, Tuhan tidak akan mendatangkan sebuah azab, musibah kepada suatu kaum, kecuali mereka melakukan kerusakan dan kedzaliman di dunia ini. â€ÂIngat pria 50 tahunan yang memiliki nama asli Abdur Rahem ini. Menurutnya, setiap kejadian yang menimpa, harus menjadi introspeksi bagi kita bersama, sehingga tidak mudah menyalahkan orang lain, apalagi pihak-pihak terkait yang dianggap paling bertanggung jawab dalam hal penanganannya. Padahal, siapapun ketika mampu wajib membantu orang yang ditimpa musibah, tidak menunggu hingga orang sekarat atau orang lain yang menolongnya. Sebab selama ini dibalik bencana yang terjadi terkadang ada orang yang mencari-cari kesalahan orang lain. Apalagi mencari keuntungan dengan terjadinya bencana seperti itu. Semua orang berhak untuk mengingatkan, misalnya kepada Pemerintah, agar memperhatikan masyarakat yang ditimpa musibah, namun tetap dengan bahasa yang enak dan komunikasi yang baik. Sementara itu Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Sumenep, H. Saiful Anwar, SH, M.Si kepada sejumlah wartawan, sebelumnya mengungkapkan pihak Pemerintah Kabupaten Sumenep tetap akan merealisasikan bantuan keuangan untuk meringankan beban korban bencana alam. Bahkan untuk kasus yang sifatnya emergensi tidak perlu menunggu penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2009. Sebab, bencana alam ini sifatnya mendesak, sehingga Pemerintah Kabupaten sudah menyiapkan anggaran dananya melalui dana tak tersangka. Pada bulan Januari 2009 saja, pihaknya sudah mengucurkan dana sebesar Rp. 17 juta lebih. Sementara pada bulan ini realisasi dana korban bencana alam tersebut mencapai Rp. 11 juta lebih. Diharapkan mereka bersabar, sebab proses pemberian bantuan tetap dengan prosedur sebagaimana mestinya, yakni melalui adanya laporan dari bawah untuk dilakukan survei dan selanjutnya tetap akan direalisasikan sesuai data yang ada. ( Ren, Esha )