News Room, Senin ( 31/03 ) Masyarakat Kecamatan Sapeken meminta instansi terkait untuk mengisi kekosongan dokter Puskesmas. Pasalnya, akibat tidak adanya dokter Puskesmas, pelayanan kesehatan kurang maksimal. Anggota DPRD Sumenep asal kepulauan, Badrul Aini, mengatakan, Puskesmas Kecamatan Sapeken sejak 1 tahun lalu tidak ada dokternya, sebab dokternya sedang melanjutkan pendidikan di Surabaya dan yang memimpin Puskesmas setempat hanya seorang perawat. Masyarakat berharap pihak terkait segera menempatkan dokter yang bertugas di daerah tersebut, alasannya, jika pelayanan kesehatan yang menangani seorang perawat tidak maksimal khususnya, mengdiagnosa penyakit pasien, apalagi masyarakat yang berobat ke Puskesmas Sapeken juga berasal dari luar Kecamatan. Secara terpisah Kepala Dinas Kesahatan Kabupaten Sumenep, dr. Susianto mengatakan, pihaknya telah berupaya untuk mengisi kekosangan dokter di Kecamatan Sapeken dengan mengajukan penambahan tenaga dokter ke Dinas Kesehatan Surabaya, dan hasilnya belum mendapatkan tambahan tenaga dokter, sebab wilayah Jawa tidak ada pengangkatan dokter baru. Pihaknya tetap berupaya ke Propinsi dan pusat agar Kabupaten Sumenep ada penambahan tenaga dokter, bahkan pihaknya akan berkoordinasi dengan Panitia Anggaran dan Tim Anggaran untuk menyediakan dana pengangkatan dokter baru, agar kekosongan tenaga dokter Puskesmas tidak berlarut-larut. dr. Susianto menambahkan, pihaknya memang sangat kekurangan tenaga dokter Puskesmas, sebab tenaga dokter yang ada berjumlah 25 orang sedangkan Puskesmas itu jumlahnya 30 unit. Akibatnya, Puskesmas yang tidak ada dokternya, selain Puskesmas Sapeken juga Puskesmas Kota Sumenep dan Puskesmas Kalianget. ( Yasik, Esha )