Sumenep-Kominfo News Room : Pemerintah Kabupaten Sumenep berencana akan mengembangkan pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB), karena dibeberapa daerah ada yang belum tersentuh aliran listrik. Ditemui disela-sela peresmian pembangkit listrik tenaga bayu di Desa Bancamara pulau Giliyang Kecamatan Dungkek, Kamis pagi, (20/07) Bupati Sumenep, KH. Moh. Ramdlan Siraj, SE, MM mengatakan, untuk memberikan pelayan listrik kepada masyarakat yang selama ini tidak tersentuh aliran listrik PLN, pemerintah daerah berkeinginan membangun pembangkit listrik alternatif. Oleh karenanya, sebagai alternatif pembangkit listrik itu, pemerintah daerah memang berkeinginan pembangkit listrik tenaga bayu ini bisa dikembangkan didaerah lain. Hanya saja, guna membangun PLTB itu, pemerintah daerah bersama LAPAN perlu melakukan penelitian konstansi kekuatan angin. Bupati menambahkan, pengembangan PLTB didaerah lain, pemerintah daerah tetap berharap ada dukungan dana dari pemerintah pusat. Ditempat yang sama Deputy Tekgan LAPAN, Agus Nuryanto menjelaskan, pihaknya bisa saja membantu pengembangan PLTB di daerah lain termasuk pengembangan PLTB di Desa Bancamara Kecamatan Dungkek ini. Namun, yang pasti pihaknya akan mengembangkan PLTB itu apabila ada permintaan dari pemerintah daerah. Sedangkan Staf Ahli Bidang Sarana dan Prasarana Kementrian Percepatan Daerah Tertingal, Ir. Hariyadi menambahkan, pihaknya bisa saja mengembangkan PLTB selain di Desa Bancamara pulau Giliyang Kecamatan Dungkek, akan tetapi dalam rangka pengembangan PLTB untuk daerah yang lain tidak bisa dilakukan pada tahun ini dan tahun mendatang, karena pihaknya sudah memiliki program percepatan daerah tertinggal di daerah lain, seperti NTT, Sulawesi Utara dan daerah lainnya. Sementara itu, pembangunan pembangkit listrik tenaga bayu di Desa Bancamara Giliyang ini terdiri dari 6 turbin dengan masing-masing turbin mempunyai kekuatan 4.000 watt. Dengan kekuatan PLTB yang mencapai 24.000 watt itu, masyarakat di dua Dusun di pulau Giliyang saat ini menikmati penerangan listrik. ( Yasik, Esha )