News Room, Selasa ( 02/02 ) Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK-Migas) diharapkan tidak hanya menggelar Konsultasi Publik Amdal Pengembangan Lapangan Gas Mac Blok Madura Strait di Selat Madura saja, namun harus betul-betul turun langsung, dan mengetahui persoalan yang dihadapi masyarakat yang nantinya akan terkena dampak lingkungan.
Hal tersebut diungkapkan salah satu aktifis LSM asal Giliraja, Moh. Broto, saat mengikuti kegiatan Konsultasi Publik Amdal Pengembangan Lapangan Gas Mac Blok Madura Strait di Selat Madura yang dilaksanakan HCML, dan SKK-Migas di Hotel C1, Selasa (02/02).
“Jadi, persoalan yang kemungkinan terjadi akibat dampak dari ekplorasi Migas di wilayahnya akan berdampak pada kegiatan masyarakat, khususnya para nelayan yang notabene menjadi mata pencaharian setiap harinya,”ungkapnya.
Karena itu, sebelum dilakukan proses perijinan Amdal dan sebagainya, sebaiknya pihak pelaksana betul-betul memahami persoalan yang dihadapi masyarakat, sehingga nantinya dapat menjadi acuan apabila melaksanakan kegiatan yang akan berdampak merugikan masyarakat.
Hal senada juga diungkapkan Kepala Desa Beringsang Kecamatan Giligenting, Sutlan, SE. Menurutnya, dalam melaksanakan berbagai tahapan untuk kegiatan ekploitasi migas di wilayahnya memang seharusnya masyarakat bisa mengerti dengan detail tahapan demi tahapan yang akan dilakukan perusahaan migas.
“Jadi, nantinya tidak ada kecemburuan sosial, dengan adanya informasi yang tidak benar di masyarakat yang akan membuat perangkat Desa kemudian disalahkan,” tandasnya.
Ia menegaskan, sosialisasi tentang tahapan perijinan hingga pelaksaanaan ekplorasi migas, maupun dampak-dampak yang bakal terjadi terus dilakukan.
Bahkan, juga diperjelas adanya solusi terhadap kemungkinan terjadi kerugian di masyarakat karena dampak kegiatan tersebut, sehingga nantinya, tidak ada kecugiaan sebagian masyarakat terhadap perangkat Desa yang dianggap ambil bagian dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. ( Ren, Esha )