Sumenep-Komoinfo News Room : Adanya issue Jawa Timur dan Pulau Madura akan terjadi gempa bumi dan tsunami, beberapa hari yang lalu, membuat resah masyarakat Sumenep dan sekitarnya. Buktinya, ketika informasi bahwa gempa bumi dan tsunami akan terjadi Sabtu malam sekitar pukul 23.00 WIB hingga 03.00 WIB dini hari, seketika itu juga masyarakat berada diluar rumah dan menuju tempat ibadah hingga pagi hari. Menyikapi fenomena itu, pemerintah daerah melalui Sekretaris Daerah Kabuapten Sumenep, H. Fen. A. Effendy Said, SE, M.Si, MM menegaskan, masyarakat hendaknya tidak mudah mempercayai adanya issue bahwa pulau Madura, khususnya Sumenep akan ada gempa bumi dan tsunami apalagi informasi itu tidak jelas asal usulnya. Semestinya menurut mantan Kepala Bappeda Kabupaten Sumenep ini, kalau memang Madura dan Sumenep ada gempa bumi dan tsunami, informasi resmi itu berasal dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) bukan issue yang tiba-tiba muncul ditengah-tengah masyarakat. Namun demikian, mengingat bencana alam gempa bumi dan tsunami ini diprediksi akan terjadi di wilayah Indonesia, ia menghimbau kepada masyarakat, terutama yang ada di pesisir pantai kendati tidak ada informasi resmi, bahwa di Sumenep akan terjadi gempa bumi ataupun tsunami tidak ada salahnya untuk selalu waspada setiap saat, karena bagai manapun juga bencana alam ini sulit untuk di deteksi lebih awal. Sekretaris Daerah mengatakan, untuk mengantisipasi terjadinya gempa bumi dan tsunami di Jawa Timur, Gubernur Imam Oetomo telah mengingatkan masing-masing daerah, terutama Tim Satkorlak untuk selalu waspada. ( Yasik, Esha )