News Room, Jum’at ( 23/05 ) Kenaikan harga BBM yang banyak meresahkan masyarakat, utamanya kalangan masyarakat miskin, harus disikapi dengan kepala dingin. Sebab, kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM dengan mencabut subsidi yang diberikan kepada semua golongan yang kemudian dialihkan kepada kalangan masyarakat miskin itu tentu dengan berbagai pertimbangan yang tidak main-main. Namun, jelas dengan pemikiran para pakar ekonomi dan penghitung jenius ditingkat pusat. Ungkapan tersebut dilontarkan salah seorang para normal di Batuputih yang menyebut dirinya Ki Anom Pamungkas. Menurutnya, masyarakat miskin utamanya yang mengaku dirinya seorang muslim harus memandang semua persoalan, hidup adalah ujian yang harus dijalani dengan hati tabah dan ikhlas menerima. Jadi, sebagai warga negara yang baik harus taat, patuh dan senantiasa tunduk kepada kebijakan pemerintah, asalkan kebijakan itu bukanlah sesuatu yang melanggar aturan agama. Sebaiknya aemua warga negara berpikiran positif dengan kebijakan yang dibuat oleh pemerintah dan mengambil hikmahnya. Karena setiap kejadian dalam kehidupan ini jelas ada hikmah yang terkandung di dalamnya. Lebih jauh Ki Anom Pamungkas yang memiliki panggilan lain Abdurahem Pronoto ini mengajak semua masyarakat bangsa Indonesia untuk bersabar dan banyak berdo’a, semoga bangsa ini akan terhindar dari mara bahaya yang sudah pernah terjadi di Indonesia seperti Tsunami di Aceh, Banjir bandang di berbagai dearah di Indonesia, bencana lumpur di Porong Sidoarjo yang lebih di kenal dengan lumpur Lapindo, serta berbagai bencana lainnya. “Berdo’a sajalah semoga para pemimpin dan pembuat kebijakan di negeri ini diberi jiwa, naluri dan akal yang sehat, sehingga kebijakan yang diambil akan bermanfaat untuk rakyatnya. Dan apabila ada pemimpin yang jahil, semoga disadarkan dan dijauhkan dari golongan para pemimpin di negeri yang mayoritas Islam ini. ( Ren, Esha )