Sumenep-Kominfo News Room : Setiap musim penghujan daerah Kecamatan Saronggi memang tidak pernah lepas dari musibah banjir. Bencana banjir yang melanda sebagian Desa di Kecamatan Saronggi setiap tahunnya pasti terjadi, akibatnya masyarakat yang kehidupannya bercocok tanam itu merugi hingga ratusan juta. Untuk tahun ini peristiwa itu terjadi diawal pekan lalu, hujan lebat selama 6 jam menyebabkan ratusan hektar lahan persawahan di 3 Desa terngenang air. Menyikapi hal itu Bupati Sumenep, KH. Moh. Ramdlan Siraj, SE, MM mengatakan, untuk mengantisipasi peristiwa itu, Pemerintah Daerah sebenarnya tidak tinggal diam, hampir setiap tahun pihaknya menyediakan anggaran untuk dana pembenahan tanggul maupun pembuangan air. Hanya saja karena letak geografis Kecamatan Saronggi merupakan pembuangan air dari daerah lain, sehingga ketika air laut pasang dan hujan lebat, air yang akan mengalir ke laut terbendung. Bupati menuturkan, pihaknya saat ini belum menyalurkan bantuan kepada masyarakat setempat, karena banjir yang terjadi kali ini tidak sampai merusak pemukiman penduduk, akan tetapi air menggenangi sekian ratus hektar lahan sawah, yang tanamannya masih berumur satu bulan, sehingga apabila genangan air mulai menyusut dalam waktu dekat tanaman padi itu bisa berlanjut. Bupati menambahkan, selani upaya dari Pemerintah Daerah hendaknya masyarakat untuk mencegah bencana banjir, sebaiknya menghindari penebangan pohon secara liar. ( Yasik, Esha )