News Room, Senin ( 24/03 ) Kepala Badan Lingkungan Hidup(BLH) Kabupaten Sumenep, Ir. Abdul Mutallib Faraj mengatakan, masyarakat hendaknya menghentikan prilaku boros menggunakan air dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, sebab jika prilaku boros masyarakat itu tidak terkendali, prediksi 10 hingga 20 tahun kedepan dunia akan kriris air bersih akan menjadi kenyataan. Ketersedian air dalam perut bumi memilki hubungan yang erat dengan keberadaan ekosistem, khususnya kelestarian hutan. Abdul Mutallib Faraj menyatakan, jika ekosistem kelestarian hutan terancam dan penggunaan air tidak memiliki manejemen pengelolaan yang baik, pihaknya khawatir ketersediaan air di perut bumi terancam. Karena itu, berkaitan dengan peringatan Hari Air Sedunia pada tanggal 23 Maret, pihaknya mengajak elemen masyarakat Sumenep untuk menjaga ketersediaan air, mengingat air merupakan salah satu bagian dari sumber kehidupan. ( Yasik, Esha )