Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 21-01-2010
  • 989 Kali

Masyarakat Desa Karang Anyar Minta Oknum Aparat Desa Dicopot

News Room, Kamis ( 21/01 ) Pelaksanaan rokat Desa Karang Anyar Kecamatan Kalianget yang dilaksanakan seminggu lalu, tepatnya hari Rabu lalu (13/01), yang sempat dimerihkan hiburan ludruk, ternyata menuai persoalan. Pasalnya, beberapa panitia dan masyarakat menilai oknum aparat Desa berinisial SM, sengaja menghalang-halangi kegiatan rokat Desa tersebut. Bahkan, SM sengaja membuat suasana tidak menyenangkan, utamanya kepada personil ludruk yang memang diundang khsusus untuk menghibur masyarakat Desa Karang Anyar. Akhirnya, sejumlah masyarakat meminta Kepala Desa untuk mencopot jabatannya sebagai Kaur Umum di Pemerintahan Desa Karang Anyar. Dalam pertemuan antara masyarakat dan Kepala Desa, Kamis pagi tadi (21/01) di Balai Desa setempat, sempat terjadi ketegangan. Namun, akhirnya semua melunak, dan masyarakat berharap Kepala Desa secepatnya dapat mempertimbangkan tuntutan warga tersebut. "Kami berharap Kepala Desa dapat bersikap tegas dan arif. Sebab ulah yang bersangkutan sudah melampuai batas. Karena tidak hanya sekali ini dia (SM) bersikap seperti itu. Banyak yang mengeluhkan sikapnya yang merasa orang nomor dua dari Kepala Desa," ujar Subakri, yang juga ketua pelaksana Rokat Desa Karang Anyar. Padahal, tegas Subakri, hal itu akan berdampak buruk pada kepemimpinan Kepala Desa mendatang. Sebab, hampir semua urusan Desa, SM yang meng-handle. Puncaknya, ketika malam hiburan akan dilangsungkan,Balai Desa justru dikunci. Sedangkan peralatan dapur untuk para pemain ludruk yang semula diamankan di Balai Desa dikeluarkan tanpa pemberitahuan kepada panitia. Bahkan, yang sangat menjengkelkan sekaligus membuat malu warga Desa Karang Anyar, ketika para pemain ludruk hendak ke kamar kecil, semuanya dikunci dan beralasan kuncinya tertinggal dirumahnya. Karena itu, Subakri menilai, kejadian itu memang sudah disengaja untuk menjatuhkan martabat warga Desa Karang Anyar kepada orang luar. Untuk itulah, masyarakat meminta Kades untuk mencopot jabatan Kaur Umum, meskipun untuk sementara waktu, sehingga kemarahan warga bisa mereda. Sebab, tegas Subakri pihaknya tidak bisa menjamin jika ada upaya lain dari masyarakat karena jengkelnya dengan ulah oknum tersebut. Sementara Kepala Desa Karang Anyar, Moh. Zaini, yang ditemani Sekretaris Desa dan Babinsa, di hadapan warga dan tokoh masyarakat yang datang di Balai Desa, tetap menerima masukan yang disampaikan warga. Namun, hal itu masih perlu dilakukan upaya klarifikasi langsung kepada yang bersangkutan dan masayarakat lainnya, sejauhmana kebenaran atas persoalan yang terjadi. "Meskipun saya memiliki hak prerogratif untuk mengangkat dan memberhentikan aparat Desa, namun tidak semudah itu. Yang jelas, kami akan mempelajari persoalan ini terlebih dahulu, baru selanjutnya kami akan melakukan tindakan apa yang bisa kami laksanakan dengan tidak mengesampingkan salah satu pihak," ujar Kades yang baru dua tahun menjabat ini. Sebenarnya, tegas Zaini, SM merupakan aparatur teladan yang selama ini memang banyak membantu kinerja di Pemerintahan Desa, sedangkan aparat lainnya banyak yang malas ke kantor dan sebagainya. Sehingga, kemungkinan dengan realita tersebut yang bersangkutan merasa paling banyak memiliki tugas sehingga bersikap seperti itu. Tapi yang jelas, pihaknya tetap akan memproses laporan warga secepatnya, namun tidak bisa ditarget dengan waktu, kapan akan ada keputusan terhadap persoalan tersebut. ( Ren, Adjie )