Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 15-10-2008
  • 388 Kali

Masuk 20 Terbaik, Awal Nopember 2008 Ke Philipina

News Room, Rabu ( 15/10 ) Prestasi di dunia pendidikan dasar kembali ditorehkan oleh Kabupaten Sumenep. Setelah melalui seleksi masuk yang ketat, Salamet Herianto, salah seorang guru dari SDN Paliat III Kecamatan Sapeken, berhasil masuk 20 terbaik untuk menempuh pendidikan S-2 di Philipina. Ditemui di rumahnya di Jalan Berlian Sumenep, Salamet mengaku, sejak awal Pebruari 2008 lalu, dia sudah mengikuti perkuliahan tahap awal di Universitas Negeri Malang (UNM) sejak 8 September lalu. Selama mengikuti perkuliahan awal dengan materi peer teaching atau materi belajar-mengajar berbahasa Inggris. lalu pada awal November mendatang, para mahasiswa tersebut akan bertolak ke Philipina untuk mengikuti perkuliahan disana. “Waktu itu di internet saya temukan surat edaran dari Mendiknas RI, melalui Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur, bahwa dibutuhkan 20 guru SD untuk mengikuti tugas belajar di Ateneo The Naga University, di Kota Naga Philipina. Dan, Alhamdulillah saya termasuk salah satu diantaranya,”tutur Salamet. Program pendidikan hasil kerjasama antara UM Malang dengan Ateneo The Naga University ini menurut Salamet, bertujuan untuk menghasilkan tenaga pendidik yang profesional. Setelah lulus, sarjana Program Studi PGSD (S-2) tersebut akan dikembalikan ke daerah asalnya, guna memajukan dunia pendidikan terutama pendidikan dasar. Selama menjalani pendidikan di UM Malang, seluruh peserta didik dibekali dengan penguasaan bahasa Inggris lisan dan tulisan, selain juga materi-materi akademik wajib lainnya. Bahasa Inggris menjadi sarapan wajib yang harus dikuasai. Selama di Malang, tiap hari kami harus melahap Bahasa Inggris, baik penguasaan grammar, listening, writing dan speaking, sebagai bekal nanti selama 4 bulan menjalani perkuliahan di Philipina. Sebab, bahasa pengantar perkuliahannya adalah bahasa Inggris. Salamet menambahkan, studinya di Philipina ini adalah juga bertujuan untuk menciptakan SDM profesional di bidang pendidikan dasar, yang nantinya juga akan menjadi penunjang pembentukan sekolah-sekolah yang berbasis SBI atau Sekolah Berbasis Internasional, demi kemajuan pendidikan di Indonesia, khususnya di Jawa Timur, dan terutama di Kabupaten Sumenep. Di akhir reportase, Salamet menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, terutama Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui instansi terkait, yang telah merestui dan membantu proses ijin belajarnya ke Philipina. “Tak ada kendala selama menyelesaikan adminsitrasi di Pemerintah Kabupaten Sumenep. Bahkan Pemkab Sumenep melalui Dinas Pendidikan dan BKD sangat mendukung penuh terhadap saya. Sekali lagi saya mengucapkan banyak terima kasih. Saya juga mohon doa restu dari masyarakat Sumenep demi kelancaran studi saya. Insya Allah jika tidak ada kendala, awal Nopember nanti saya bertolak ke Philipina,”ungkap Salamet. ( Adjie, Esha )