Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 07-04-2009
  • 525 Kali

Massa PNI Marhaenisme Kepung Kantor KPU Sumenep

News Room, Selasa ( 07/04 ) Sekitar 400 massa PNI Marhaenisme Kabupaten Sumenep, Selasa (07/04) pagi, mengepung Kantor KPU Sumenep. Mereka menggelar aksi unjuk rasa, karena tidak terima atas keputusan KPU yang mencoret Parpol pimpinan Sukmawati Soekarno Putri itu dari daftar peserta Pemilu 2009 mendatang di Sumenep. Dengan menggunakan 20 mobil pick up, peserta aksi dikawal 9 Calon Legislatif (Caleg) dari 6 Daerah Pemilihan (Dapil) di Sumenep, dan juga didampingi Ketua Pemenangan Pemilu PNI Marhaenisme daerah Madura, Muhammad Hatta. Dalam orasinya, Hatta mengatakan, jika pencoretan PNI Marhaenisne karena alasan tidak menyetorkan nomor rekening dana awal kampanye (RDAK), sangat tidak masuk akal. “PNI Marhaenisme telah menyetor dan sesuai dengan aturan yang ada,” katanya. Massa PNI Marhaenisme yang membawa berbagai macam poster itu juga mengancam akan menggoyang KPU selama keputusan pencoretan tersebut tidak dibatalkan. Bahkan, rencana untuk melaporkan keputusan tersebut ke Mahkamah Konstitusi (MK) sudah siap dilayangkan. “Pencoretan PNI Marhaenisme melanggar aturan Pemilu. Untuk itu, kami mendesak KPU untuk segera mencabut keputusan pembatalan PNI Marhaenisme sebagai peserta Pemilu 2009,” tegasnya. Sementara, kedatangan Caleg PNI Marhaenisme Sumenep yang dikawal ketat petugas dari Polres itu tidak ditemui anggota KPU Sumenep. Karena, semua anggota KPU sedang berada di Lamongan, Jawa Timur, mengikuti rapat kerja teknis bersama KPU se Jawa Timur. Sebelumnya, KPU Sumenep mengeluarkan keputusan pencoretan PNI Marhaenisme dari daftar Pemilu di Sumenep karena terlambat menyetorkan nomor rekening dana awal kampanye. Padahal, KPU sudah mewanti-wanti, agar memenuhi kewajibannya sesuai dengan jadwal dan aturan yang telah disosialisasikan pada Parpol. ( Nita, Esha )