Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 23-03-2011
  • 1672 Kali

Masjid Baitul Arham Berdampingan Dengan Gereja dan Klenteng

News Room, Rabu ( 23/03 ) Jika ada 3 tempat ibadah yang ummatnya saling rukun berdampingan, yakni keberadaan tempat ibadah Masjid, Gereja dan Klenteng yang ada di Desa Pabian Kecamatan Kota Sumenep. Bagaimana 3 tempat ibadah itu sudah puluhan tahun bertetangga, namun bisa terus saling menjaga kerukunan antar jamaah masing-masing. Jalinan kerukunan antara ummat beragama itu merupakan bentuk kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup rukun, tanpa harus saling mengusik satu dengan yang lainnya. “Selama ini kerukunan itu terjalin dengan baik. Terbukti, ketika ada kegiatan keagamaan masing-masing saling menghargai dengan tidak menggelar kegiatan bersamaan,“ujar salah seorang pembina Takmir Masjid Baitul Arham, Drs. R. Moh. Dihyah Suyuti, M.Si kepada News Room. Salah satunya, ketika di Masjid yang hampir berusia satu abad ini menggelar kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW, di Gereja dan Klenteng tidak tampak kegiatan yang mengundang jema’ah banyak maupun bunyi-bunyian yang terdengar ke masjid, begitu pula sebaliknya. Bahkan, menurut pria yang juga cucu salah seorang pendiri Masjid Baitul Arham, RH. Moh. Zuebir ini, kekompakan pengurus takmir maupun remaja masjid dalam menyambut dan menyemarakkan kegiatan Maulid sangat antusias hingga bisa menyulap lampu jembatan di samping Masjid, seperti jembatan Suramadu di malam hari. “Semarak Maulid malam itu semakin tampak seperti suasana Masjid-masjid lainnya yang berdiri sendiri, tanpa rasa kurang enak dengan keberadaan rumah Ibadah Agama lain disampingnya,”ujar Didik panggilan akrabnya. Hal yang sama juga diungkapkan Ketua Takmir Masjid Baitul Arham, H. Satrawi, yang mengaku sangat bersyukur dengan semangat jamaah Masjid yang tetap menggelora dalam berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan yang dilaksanakan di Masjid. Bahkan menurut Moh. Alwi yang juga sebagai Khotib di Masjid itu merasa tetap nyaman melaksanakan kegiatan di Masjid yang tetap bernuansa Masjid kuno meskipun berbagai bangunannya sudah banyak direnovasi. Namun, bentuk dan keberadaan menara Masjidnya tetap terpelihara dengan baik. “Kami tetap nyaman melaksanakan kegiatan sholat 5 waktu maupun kegiatan kuliah subuh setiap hari Kamis dan Minggu yang diikuti pria dan wanita,”ujar Alwi. Dijelaskan, setiap kegiatan di Masjid Baitul Arham juga seringkali didatangi para pejabat maupun tokoh masyarakat yang mungkin sempat memiliki kenangan di Masjid yang sejuk karena di sebelah selatannya merupakan areal terbuka. Bahkan, tidak segan-segan memberikan bantuan untuk kegiatan menyemarakkan Agama Islam di Sumenep. ( Ren, Esha )