News Room, Kamis ( 08/07 ) Keinginan sejumlah kalangan agar di Kabupaten Sumenep membangun unit sekolah baru, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) nampaknya sulit terwujud. Sebab, Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep masih perlu mempertimbangkan pembangunan lembaga pendidikan tersebut. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, H. Moh. Rais, S.Pd, M.Si mengatakan, pihaknya memang perlu mempertimbangkan pembangunan unit sekolah baru SMK, sebab selama ini perkembangan SMK Negeri I Sumenep dan SMKN I Kalinaget kurang mendapat respon dari masyarakat. Buktinya, pada penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2010-2011, partsipasi masyarakat untuk menyekolahkan putera-puterinya di 2 lembaga tersebut sangat minim, seperti di SMK Negeri I Kalianget pada bidang keahlian teknik konstruksi kayu dari kebutuhan pagu 80 siswa yang mendaftar hanya 21 siswa, dan teknologi pengolahan hasil pertaniam dari kebutuhan pagu 40 siswa pendaftarnya hanya sebanyak 23 siswa. â€ÂKarena itu, kami menilai guna memenuhi keinginan pembangunan sekolah kejuruan tidak perlu membangun unit sekolah baru. Tapi untuk pengembangan sejumlah bidang keahlian yang sesuai dengan potensi lokal di SMK Negeri I Sumenep dan SMK Negeri I Kalianget,â€Âtegasnya. H. Moh. Rais menyatakan, selain kurangnya partisipasi masyarakat, pembangunan unit sekolah baru SMK perlu pertimbangan yang matang, karena dari sisi biayanya sangat mahal jika dibandingkan membangun unit sekolah baru SMA. â€ÂBiaya pembangunan unit sekolah baru SMK itu, 5 kali lipat dari biaya pembangunan sekolah umum, sehingga apabila pembangunannya tetap dilanjutkan dan tidak mendapat dukungan peran serta masyarakat, tentunya akan sia-sia saja pembangunannya,â€Âungkapnya. ( Yasik, Esha )