Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 08-10-2010
  • 565 Kali

Masih Banyak Para Nelayan Gunakan Bahan Peldak

News Room, Jumat ( 08/10 ) Meskipun tidak sedikit nelayan yang ditangkap dan diproses melalui jalur hukum, akibat tertangkap tangan menggunakan bahan peledak (handak) atau potasium saat mencari ikan, namun nelayan masih banyak yang belum jera. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumenep, Ir. Salimin Saad Wachdin, M.Si mengatakan, 3 perairan masih dinyatakan daerah rawan, sebab pencari ikan sering menggunakan handak saat melaut, yakni perairan pulau Sapeken, Masalembu dan Giligenting. Ketiga 3 perairan tersebut sering menjadi sasaran potasium, padahal pihaknya sudah mewanti-wanti, agar menghentikan peangkapan dengan potasium, sebab selain merusak terumbu karang, juga sangat membahayakan. ”Padahal pada tahun ini, sekitar 6 nelayan sudah diproses, namun kenyataannya belum membuat jera para nelayan untuk menghentikan penangkapan ikan dengan bahan peledak, dan alasannya meraka sudah biasa,”tegasnya. Menurut Salimin Saad Wachdin, pihaknya terus berupaya untuk melakukan sosialisasi pada masyarakat, agar menghentikan kegiatan penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak, bahkan pihaknya melakukan koordinasi dengan pihak terkait, seperti Satpol Air, guna melakukan patroli, baik berupa patroli rutin ataupun patroli berkala. ( Yasik, Esha )