Sumenep-Infokom News Room : Bupati Sumenep, Drs. Endro Siswantoro, M.Si dalam keterangan persnya seusai acara pembukaan pemanduan dan bimbingan usaha mandiri terhadap TKMT angkatan 3 tahun 2005 yang dilaksanakan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumenep di Hotel Safari, Rabu (13/07) mengatakan, masalah permodalan merupakan faktor utama bagi pengusaha muda dalam mengembangkan usahanya. Sebab dengan keterbatasan modal itu, mereka sangat kesulitan untuk meningkatkan hasil produksi. Oleh karenanya, pengusaha muda diharapkan untuk menjalin mitra kerja dengan pihak Perbankan guna mendapatkan penguatan modal. Hanya saja menurut Bupati, yang menjadi persoalan, perbankan akan memberikan penguatan modal, apabila pengusaha itu memiliki usaha yang sangat produktif dan tidak mempunyai tanggungan dengan bank yang lain, sehingga tidak terjadi kredit macet. Bupati juga meminta, apapun pelatihan yang diadakan Pemerintah Daerah termasuk Disnakertrans kali ini, sejatinya mampu memberikan out put dalam soal pengetahuan menejerial usaha dan bidang teknis lainnya, khususnya dalam upaya mengembangkan usahanya dimasa mendatang. Menariknya, dalam acara tersebut muncul fenomena yang dialami seorang pengusaha keris, dimana selama ini, untuk mengirim hasil produksinya itu selalu dirazia petugas, meski yang bersangkutan memiliki ijin usaha. Menyikapi hal itu, Bupati Endro Siswantoro menuturkan, pihaknya akan mempelajari lebih mendalam lagi tentang kasus tersebut, sebab sangat menarik apabila kerajinan keris yang selama ini dijadikan barang cindera mata atau souvenir itu harus dirazia petugas, padahal di daerah Bali, penjual barang souvenir tersebut bebas dari razia. Dengan adanya berbagai persoalan yang dihadapi pengusaha, khususnya pengusaha muda, maka pemerintah daerah tetap akan berupaya menfasilitasi pengembangan usaha mereka, namun menurut Bupati, fasilitas itu bukan dalam bentuk materi, melainkan mencarikan solusi untuk memecahkan berbagai persoalan yang dihadapi para pengusaha itu sendiri. ( Yasik, Esha )