Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 13-12-2015
  • 10244 Kali

Masalah Ejaan Bahasa Madura Semakin Rumit

News Room, Senin ( 14/12 ) Seperti yang diketahui, permasalahan terbesar Bahasa Madura terletak pada penulisan ejaan. Selama ini ejaan Bahasa Madura memang dinamis, namun hingga kini belum ada titik temu di kalangan praktisi bahasa, terutama antar Kabupaten di Madura.

Ditambah saat ini, penulisan ejaan makin kacau dengan banyaknya penutur yang belum paham cara menulis yang benar kosa kata Bahasa Madura.

"Seperti kata pajhat ditulis pacet. Dhina ditulis tina. Tengghi ditulis tengki, dan lain semacamnya,"kata salah satu pemerhati Bahasa Madura di Sumenep, Rabiatul Adawiyah, pada Media Center.

Disamping itu juga penulisan kata "bada" ditulis "bede", "dhara" ditulis "dere", dan lain sebagainya. Artinya, penulis menyesuaikan dengan penulisan bahasa Indonesia.

"Memang dimaklumi, umumnya memang kita lebih dulu mengenal ejaan bahasa Indonesia ketimbang bahasa Madura. Namun penulisan yang keliru seperti ini lebih fatal ketimbang masalah perbedaan penulisan ejaan hasil sarasehan atau balai,"kata Rabiatul.

Oleh karena itu, menurut Rabiatul membenahan ejaan harus dimulai dari cara penulisan kosa kata yang benar menurut kaidah Bahasa Madura.

Sedangkan masalah ejaan yang berbeda sesuai selera penutur, menurut salah satu guru di SMPN 1 Saronggi ini, memang sulit mengatasinya tanpa adanya kesepakatan bersama penyeragaman ejaan.

"Prosesnya tidak mudah. Tapi itu masalah pilihan. Namun lain dengan kesalahan penulisan kosa kata. Itu bisa merusak bahasa,"tutupnya. (  Farhan, Esha )