Sumenep-Kominfo News Room : Perubahan sistem pembelajaran di lingkungan pendidikan, yakni dari Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) menjadi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), nampaknya tidak terjadi perubahan yang signifikan. Demikian diungkapkan Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Kota Sumenep, Drs. H. Sanusi. H. Sanusi menuturkan, perubahan kurikulum baru tersebut, bertujuan untuk meningkatkan wawasan guru, terkait informasi terkini dalam pengembangan kurikulum baru, termasuk model pembelajaran dan menajemen terkini yang harus segera direspon oleh masing-masing Kepala Sekolah. Kemudian, untuk memberikan pembelajaran kepada para guru supaya bisa merenungkan kembali tugas-tugas yang sudah dilaksanakan, dalam mengaplikasikan kegiatan di kelas itu. H. Sanusi menerangkan, sebetulnya perubahan kurikulum itu tidak jauh berbeda dengan kurikulum sebelumnya. Namun, yang menjadi tolok ukur perbedaan kurikulum lama dan baru ini hanya terletak pada standart kompetensi. Ditandaskan H. Sanusi, perubahan yang dibuat saat ini hanya sedikit, yakni berupa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), yang nantinya akan dijabarkan dalam bentuk silabus dan diaplikasikan dalam bentuk rencana pelaksanaan pembelajaran. H. Sanusi menjelaskan, demi memantapkan perubahan kurikulum baru dilembaga pendidikan, khususnya tingkat Sekolah Dasar (SD), pihaknya sudah melakukan sosialisasi yang kali pertama dilaksanakan Senin kemarin (20/11) hingga 8 Desember 2006 mendatang, bertempat di SDN Pandian I, dengan dibuka langsung Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, H. Moh. Ra’is. Lebih lanjut H. Sanusi berharap kepada Kecamatan lainnya, untuk segera melaksanakan sosialisasi perubahan kurikulum tersebut. Bahkan, pihaknya juga meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, agar menjemput bola dalam pelaksanaan sosialisasi tersebut, yakni dengan secepatnya merealisasikan pelaksanaan sosialisasi perubahan kurikulum baru di Kecamatan lainnya. ( Nita, Esha )