Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 07-04-2008
  • 642 Kali

Mantan Kades Tanjung Keok Dibantai Massa

News Room, Senin (07/04) Peristiwa tragis dengan menewaskan dua orang, terjadi di Desa Tanjung Keok, Kecamatan Sapeken, kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep, Senin pagi (07/04), sekitar pukul 06.00 Wib. Kapolres Sumenep, AKBP Drs. Darmawan mengaku tidak tahu pasti awal dari persoalan yang mengakibatkan tewasnya dua orang warga Desa Tanjung Keok Kecamatan Sapeken, yakni H. Mujeni (62) dan Abd. Hamid (35), yang merupakan orang tua dan anak. Namun, setelah mengumpulkan data sementara, sebelumnya H. Mujeni selaku korban, telah melakukan pemagaran terhadap sebidang lahan yang sudah dijadikan fasilitas umum. “Ya mungkin saja, itu tanah milik korban,”ujarnya. Kapolres menerangkan, dengan adanya pemagaran itu, ternyata mengundang amarah dari warga setempat. Kemudian, Minggu kemarin (07/04), sekitar pukul 09.00 WIB, aparat Polsek Sapeken mendapat informasi dari warga, jika massa akan membongkar kembali pagar tersebut, sehingga, Kapolsek Sapeken, AIPTU Didik Muhartoyo bersama delapan orang anggotanya langsung meluncur ke TKP (Tempat Kejadian Perkara). “Karena jarak antara Sapeken dengan Tanjung Keok cukup jauh, yang memakan waktu perjalanan sekitar 4 jam, dan dimungkinkan terlambat berangkat serta tidak ada sarana komunikasi, maka pada saat Kapolsek berangkat, saya tidak bisa memantau perkembangannya atau los kontak,” paparnya. Kapolres menandaskan, setelah Kapolsek dengan anggotanya berangkat, pihaknya terus memantau ke Polsek Sapeken, dan sekitar pukul 06.00 WIB, Senin pagi (07/04), ternyata sudah diinformasikan, jika dua orang korban meninggal dunia. Kemudian, sekitar pukul 11.00 WIB, Kapolsek berhasil menghubunginya dan memberitahukan, jika dirinya sudah pindah lokasi dari Tanjung Keok ke Sepanjang, sebab, Kapolsek juga akan dikeroyok massa. “Ketika Kapolsek akan mengevakuasi dua korban itu, ternyata massa menghadangnya dan berusaha mengeroyok, sehingga Kapolsek mengamankan diri ke Kantor PT. Kangean Energy Indonesia (KEI), karena ada anggota Brimob sebanyak 13 orang,” tegasnya. Kapolres menjelaskan, evakuasi terhadap dua korban itu hingga saat ini belum bisa dilakukan. Namun, Kapolres sudah memberikan laporan kepada Kapolwil Madura, Kombes Polisi Badrun Arifin, dan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten, Sumenepn untuk diberikan fasilitas angkutan laut. Sehingga, pada pukul 13.45 WIB, Polres mengirimkan pasukan sebanyak 45 orang, yang terdiri dari Samapta dan Resmob, menuju Polsek Sapeken. Karena itu, Kapolres menambahkan, sampai saat ini, motif dari pembunuhan tersebut belum diketahui, sebab, masih dalam proses penyelidikan aparat kepolisian. ( Nita, Esha )