News Room, Senin ( 04/05 ) Sebagai top leader, Kepala SMPN 1 Kalianget, H. Tomo, S.Pd, M.Si, memiliki cara yang unik dalam memantau perkembangan siswanya. Bahkan ia membangun pola komunikasi berbasis IT, yakni dengan menggunakan aplikasi WA (WhatsApp) grup untuk dewan guru, dan melalui jejaring sosial yang ngetrend saat ini, facebook.
“Nah, di situ saya bisa pantau apa minat anak. Apa kesukaannya di bidang akademik dan non akademik,”kata H. Tomo pada News Room.
Beberapa waktu lalu, H. Tomo mendatangkan guru tamu dari luar negeri. Kedatangan guru tamu ke Kabupaten Sumenep itu merupakan bagian dari agenda, semisal school sister yang diantaranya melakukan pertukaran guru atau pengajar.
"Prosesnya, guru tamu ini dikirim ke Indonesia oleh lembaga AIESEC di negara asalnya bekerjasama dengan AIESEC Indonesia yang ada di Unbra Malang. Sedangkan masuknya ke Sumenep merupakan kerjasama antara AIESEC dengan Topsii Ednovation International perwakilan Sumenep dan Madura. Kebetulan saya agennya,"jelas Tomo.
Kedatangan guru tamu di sekolahnya itu mendapat respon yang sangat baik dari para siswa.
"Tanggapan siswa sangat positif. Bahkan dengan begitu, siswa malah makin termotivasi untuk belajar bahasa Inggris. Karena, berbeda dengan sebelumnya, di mana mereka hanya bisa belajar melalui buku, sekarang bisa langsung dengan penutur aslinya,"kata Tomo.
Sedangkan mengenai kesiapan siswa, menurut H. Tomo tak ada masalah. Dalam arti siswa tidak begitu kesulitan dalam menangkap materi yang diterangkan oleh guru tamu, karena sistem pengajarannya tak terlalu detil.
"Hanya secara umum saja dalam kegiatan sehari-hari, sehingga berimbang. Siswa tak hanya sekadar bisa baca tulis saja, tapi berbicaranya juga bisa,"imbuh H. Tomo.
Nah, dari pola komunikasi berbasis IT itulah kemudian H. Tomo bisa mengaku lebih akrab dengan minat siswa.
“Seperti misalnya bisa saya ketahui, saat siswa memajang fotonya dengan guru tamu. Bahkan, saat perpisahan dengan guru tamu, terlihat ekspresi kesedihan mereka,”ungkapnya.
Tak hanya dengan siswa, H. Tomo juga membangun komunikasi yang intens dengan para wali murid dan Komite Sekolah. Ia mengaku tak jarang membahas perkembangan anak didik dengan orang tua mereka.
“Ya itu dibiasakan. Segala sesuatu mesti kita komunikasikan dan sosialisasikan. Karena pendidikan ini adalah tanggung jawab bersama,”pungkasnya. ( Farhan, Esha )