News Room, Rabu ( 05/03 ) Semakin dekatnya pelaksanaan Pemilihan anggota Legisatif (Pileg) tentu akan banyak politisi dari sejumlah partai politik peserta Pemilu 2014 yang akan berupaya mencari peluang untuk bisa diterima di semua lapisan ntuk meraup suara sebanyak-banyaknya. Kenyataan tersebut memang tidak bisa dipungkiri apabila para politisi juga melihat potensi para pemilih pemula yang biasanya yang bersangkutan masih duduk dibangku kuliah maupun di tingakt sekolah menengah atas. Karena itu, sejumlah sekolah betul-betul membentengi agar sekolahnya tidak sampai terkontaminasi kegiatan kampanye dan kegiatan politik praktis lainnya. Seperti halnya yang dikaui Kepala MAN Sumenep, Drs. H. Abdullah kepada News Room. Menurutnya, dalam mengantisipasi kegiatan politik praktis masuk ke ranah lembaga pendidikan yang dipimpinnya, pihaknya berharap kepada para guru, utamanya guru PKN agar memberikan pemahaman yang benar kepada siswa terkait Pemilu. “Sebagai warga negara yang baik, memang perlu ditekankan untuk berpartisipasi dalam kegiatan Pemilu dengan memilih figur yang dinilai cocok untuk mengemban amanah,”ungkapnya. Hanya saja, tegas Abdullah, para pemilih pemula yang kebetulan mereka ada di kelas XI dan XII, jangan sampai turut bagian dalam politik praktis dengan menyebarkan figur politisi maupun partai politiknya, apalagi hingga masuk di lembaganya. Yang jelas, di lembaganya tetap akan menghindari para calon untuk berkampanye ataupun guru maupun sisiwa yang melakukan kampanye terselubung di Madrasah. Karena, mereka akan menjadi tanggung jawab lembaga dalam setiap kegiatan yang melanggar dan diluar aturan yang ada. “Yang jelas di lembaga kami, sampai saat ini tidak ada kegiatan kampanye apapun dari Parpol, maupun Caleg, kalau di rumah kami persilahkan para orang tua yang mengawasi putra-putrinya, agar tidak sampai menjadi sasaran politik praktis dan semacamnya,”tambahnya. ( Ren, Esha )