News Room, Selasa ( 28/07 ) Syafrawi (25), warga Dusun Temor Lorong, Desa Angkatan, Kecamatan Arjasa (Pulau Kangean), Sumenep, Madura, Jawa Timur, nyaris dibakar massa. Resedivis penjamretan, dan perampasan kalung itu, tertangkap tangan saat merampas kalung milik Puati (45), warga Dusun Batu Nurku, Desa Pandeman, Senin (27/07) malam sekitar pukul 20.00 WIB.
Aksi sigap Polsek Arjasa yang datang ke lokasi mampu meredam emosi warga, sehingga aksi anarkis warga dapat dicegah, dan puluhan botol bensin yang siap disiramkan ke tubuh korban, gagal dilakukan. "Beruntung kedatangan kami ke lokasi tepat pada waktunya. Kalau tidak, habislah dia (pelaku penjambretan,Red),"kata Kapolsek Arjasa AKP M Syakrani, melalui telpon genggamnya, Selasa (28/07).
Menurutnya, kemarahan warga terhadap pelaku pencurian kalung itu, diduga karena seringnya terjadi aksi perampasan didaerahnya, sehingga ada pelaku pencurian yang tertangkap, emosi warga memuncak dan berniat membakarnya. "Ditambah pelaku yang tertangkap itu, memang sudah lama menjadi incaran warga. Emosi warga pun kian memuncak. Tapi kami bersyukur, main hakim sendiri oleh warga bisa dicegah,"terangnya.
Ia mengungkapkan, catatan tindak kejahatan pelaku memang banyak sekali, bahkan sudah pernah ditangkap, bahkan baru sebulan keluar dari tahanan dengan kasus serupa. "Sebenarnya informasi yang kami terima, pelaku pencurian emas seberat 20 gram milik warga Desa Pandeman, berjumlah 2 orang. Namun, yang tertangkap warga hanya 1 pelaku, karena 1 pelakunya berhasil kabur menggunakan sepeda motor,"paparnya. ( Nita, Esha )