News Room, Rabu ( 16/11 ) Kurangnya sarana yang memadai seperti penerangan listrik yang masih berlaku pada malam hari di Kecamatan Giligenting membuat lembaga pendidikan harus ekstra memanfaatkan perangkat elektronik seperti komputer untuk keperluan adminitasi mauspun pembelajaran bagi siswa. Karena itu, perlu solusi yang cerdas untuk keluar dari persoalan tersebut, seperti halnya dengan menggunakan genset untuk menghidupkan perangkat elektronik pada siang hari. Jika , tidak akan kesulitan melakukan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan alat elektronik tersebut. Kepala SMPN Giligenting, Drs. H. Sodikin Absori, kepada News Room mengakui, kesulitan yang dihadapi lembaganya yang ada di kepulauan memang belum bisa menyamai lembaga yang ada di daratan. Namun, pihaknya terus berupaya memaksimalkan waktu yang ada agar siswa tidak ketinggalan jauh dengan siswa di daratan. “Kami tidak ingin mengecewakan masyarakat kepulauan yang sudah mulai peduli terhadap pendidikan bagi putra-putrinya, sehingga perlu terus dipacu agar orang tua lebih semangat untuk menyekolahkan purta-putrinya,”ujarnya. Sebab, khususnya di Kepulauan Giligenting dari tahun ke tahun mulai menunjukkan angka yang signifikan. Terbukti, siswa yang akan melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi sudah cukup bagus. Dan itu tidak lepas dari peran orang tua untuk tetap menyekiolahkan anaknya. Dijelaskannya, berdasarkan angka siswa yang lulus sekolah SMP dan melanjutkan ke SMA sudah lebih 90% diantaranya melanjutkan sekolah ke SMA/MA atau SMK. Bahkan, ada yang akan melanjutkan ke Ponpes diluar Giligenting. Jadi, pola pikir masyarakat yang sering terjadi, seperti anak putri, yang tamat SMP dianggap sudah cukup dan siap untuk dinikahkan maupun bekerja ke Jakarta dan sebagainya. Saat ini, hampir dipastikan sangat minim, karena mereka rata-rata terus melanjutkan pendidikannya ketingkat atas. “Karena itu, kami tetap harus selalu memotivasi para siswa dan orang tua agar memiliki kecenderungan pada pentingnya pendidikan untuk kehidupan mereka kelak,”pungkasnya. ( Ren, Esha )