Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 30-01-2018
  • 655 Kali

Maksimalkan Program Sergap Agar Hasil Pertanian Bisa Surplus

Media Center, Selasa ( 30/01 ) Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Dipertahortbun) Kabupaten Sumenep memastikan kecukupan pangan dari hasil produksi pertanian di Sumenep, belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama 1 tahun.

Hal tersebut diakui Kepala Bidang Sarana Prasarana dan Penyuluhan Dispertahortbun Kabupaten Sumenep, Ir. Arif Firmanto, M.Si kepada Wartawan, Selasa (30/01).

Menurutnya, analisa hasil produksi gabah yang dilakukan instansinya pada tahun 2016 hingga 2017 lalu tidak mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat selama 1 tahun.

“Sebab, berdasarkan analisa yang kami lakukan, produksi hasil gabah per-kapita per-tahun hanya cukup untuk 11 bulan, sehingga di bulan berikutnya harus mendatangkan dari daerah lain,” ungkapnya.

Sebenarnya diakui Arif, jika menilik dari luas lahan tanam padi di Kabupaten Sumenep, saat ini memang naik, sehingga dengan produktivitas juga bisa meningkat dan diyakini kebutuhan pangan tahun ini bisa cukup selama setahun dan impor beras tidak sampai ke Sumenep. Karena itu, perlu kesadaran masyarakat untuk ikut mendukung program Serapan Gabah (Sergab).

Karena itu menurut Rusdi, Dispertahortbun Sumenep terus melakukan sosialisasi program pemerintah, yaitu agar nantinya hasil pertanian para petani tidak disimpan, namun dijual langsung ke Bulog sesuai dengan yang ditetapkan pemerintah atau Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

Disamping itu budaya masyarakat Madura, khususnya di Sumenep yang masih menyimpan beras untuk kebutuhan pribadi, serta dengan pemikiran hasil tani mereka hanya untuk tanak atau masak sendiri, juga menjadi salah satu penyebab faktor naiknya harga beras saat ini.

“Jadi, kami terus lakukan sosialisasi Sergab, agar dengan memaksimalkan program Sergab hasil produksi pertanian di Sumenep bisa surplus,” pungkasnya. ( Ren, Esha )