News Room, Selasa ( 14/01 ) Ribuan Jamaah Alumni Pondok Pesantren Jawa dan Madura yang ada di Kabupaten Sumenep memadati kegiatan “Sumenep Bersholawat dan Maulid Nabi“ yang digelar Majelis Silaturrahmi Alumni Pondok Pesantren Sumenep, di depan Masjid Jamik Sumenep, Selasa (14/01) yang bertepatan dengan tanggal 12 Rabiul Awal 1435 Hijriyah. Dalam kegiatan besar tersebut menghadirkan sejumlah Ulama dan Kiai dari Jawa Tengah dan Jawa Timur sendiri, termasuk para tokoh Ulama di Sumenep Madura. Seperti halnya KH. Moh. Tamim Sofyan Pengasuh Ponpes Sumber Bunga Situbondo, KH. Maimun Subair Pengasuh Ponpes Sarang Jawa Tengah, Habib Jamal Bin Toha Ma’atil dari Malang. Salah seorang panitia Sumenep Bersholaawat dan Maulid Nabi, Hairul Anam kepada sejumlah wartawan di sela-sela kegiatan menjelaskan, kegiatan pertama kali yang digelar Majelis Silaturrahmi Alumni Pondok Pesantren di Kabupaten Sumenep ini merupakan gagasan untuk menyambung silaturrahmi antar alumni Pondok Pesantren baik yang ada di Jawa, Madura bahkan dari Timur Tengah, sehingga dalam momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad Kali ini menurut Hairul yang juga salah satu Pengasuh Pondok Pesantren di Batuputih ini, mengaku gagasan tersebut direalisasikan untuk mengundang para Pengasuh Pondok Pesantren di Jawa dan Madura ini termasuk para tokoh yang ada di Sumenep. “Syukurlah semua elemen masyarakat dan pemerintah turut mendukung, sehingga ke depan diharapkan akan dapat terus melaksanakan kegiatan yang lebih tertata dengan baik,”ungkapnya. Sementara kegiatan yang juga dihadiri Bupati Sumenep, KH. A. Busyro Karim, M.Si, Wakil Bupati Sumenep, Ir. H. Soengkono Sidik, S.Sos, M.Si, Sekdakab Sumenep, Drs. Hadi Soetarto, M.Si, serta sejumlah anggota Forpimda, Pimpinan SKPD dan sejumlah Tokoh dan Ulama di Sumenep tersebut berlangsung lancar meskipun dengan kondisi cuaca panas, namun jamaah tetap antusias mendengarkan tausiyah-tausiyah yang diberikan pada Pengasuh Pondok Pesantren tersebut. Seperti halnya yang disampaikan KH. Moh. Tamim Sofyan, yang dalam ceramahnya mengajak ummat Islam untuk mencintai dan berjanji untuk taat dengan perintah Allah SWT yang disampaikan melalui Nabi terakhir utusan Allah SWT tersebut. Karena, jangannkan kita sebagai ummatnya, para Nabi terdahulupun yang juga memiliki banyak keistimewaan juga telah berjanji dan membenarkan Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah SWT. “semoga kita sekalian sebagai ummat Nabi Muhammad SAW akan terus berjanji dengan Dua Kalimat Sahadat hingga terus mengalir kepada anak cucu kita kelak untuk bersholawat kepada Kekasih Allah SWT,”ungkapnya. ( Ren, Esha )