Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 17-09-2020
  • 955 Kali

Majelis Dzikir Rijalul Ansor Pragaan Gelar Pelatihan Tajhizul Jenazah

Media Center, Kamis ( 17/09 ) Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor (MDS RA) Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda (PAC GP) Ansor Kecamatan Pragaan, menggelar Pelatihan “Tajhizul Jenazah” di Ranting Gerakan Pemuda Ansor Desa Kaduara Timur bertempat di Masjid Nurul Ikhlas, Rabu (16/09/2020) kemarin.

Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Pragaan, Imam Ghazali, S.Pd.I dalam sambutannya mengatakan, diadakannya pelatihan “Tajhizul Jenazah”, karena seiring perkembangan zaman yang pesat, tentunya para pemuda saat ini kurang paham mengenai tata cara merawat jenazah yang sesuai dengan syariat Islam.

“Pelatihan ini untuk memperdalam keilmuan tajhizul jenazah kepada para pemuda Kecamatan Pragaan, khususnya pemuda Desa Kaduara Timur yang masih kurang paham tentang bagaimana mengurus jenazah, sesuai syariat Islam dan tuntunan para ulama,” ungkapnya, Rabu (16/09/2020) kemarin.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan keberanian bagi peserta dalam melakukan tajhizul jenazah, terutama nantinya kepada keluarga peserta.

“Kegiatan seperti ini juga melatih keberanian kita dalam hal mengurus jenazah dan siap berkontribusi di masyarakat untuk ikut serta melakukan tajhizul jenazah secara sukarela dan melakukannya dengan benar,” imbuhnya.

Sementara itu, Pemateri Pelatihan sekaligus Ketua MDS Rijalul Ansor Kabupaten Sumenep, K. Qumri Rahman menjelaskan, ada salah satu cara yang tidak dilakukan oleh masyarakat pada saat merawat jenazah. Padahal ada yang sunah untuk dilakukan, tetapi tidak dilaksanakan karena tidak terbiasa dan tidak tahu bahwa itu sunah.

Pada saat jenazah belum dimandikan badan jenazah digerak-gerakkan terlebih dahulu, dimulai dari tangan dengan digerakkan ke atas dan ke bawah. Dari tangan kanan kemudian tangan kiri yang tujuannya supaya mempermudah jenazah saat akan dikafani.

Agar tangan tidak renggang kedua kaki jenazah juga digerakkan secara bergantian waktu dimandikan. Juga yang menjadi kesunahan dalam memandikan jenazah yaitu, dengan menggunakan tiga wadah berbentuk gentong berisi air bersih.

“Untuk tata cara merawat jenazah, tidak jauh berbeda dengan cara yang sudah dilakukan masyarakat pada umumnya,” ungkapnya. ( KIM-KMAP/Ismi,Fer )