News Room, Jum’at ( 01/05 ) Seorang siswi SD yang masih duduk di kelas 5, sebut saja Mawar (10), terpaksa kehilangan mahkota kebanggaannya, setelah diperkosa 5 orang warga Desa Pagerungan Besar, Kecamatan/Pulau Sapeken. Kelima pelaku tersebut, yakni Liming (36), Hatta (41), Bacok Rompang (39), Hadi (40) dan Dzul Aini (30), semunya warga Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken. Awal pemerkosaan itu terjadi saat korban bermain ke rumah salah seorang pelaku yang masih ada hubungan kerabat. Saat akan pulang, korban diminta untuk masuk kamar. Alasannya, ada keperluan yang perlu disampaikan. Korban tidak menaruh curiga, karena salah seorang pelaku diantaranya masih ada hubungan kerabat dan pelaku lainya juga masih tetangga dekat. Namun, saat masuk kamar, mulut korban langsung ditutup kain dan tangannya dipegang erat. Pemerkosaan pun tidak dapat dihindari. Sayangnya, kasus pemerkosaan yang terjadi Rabu (22/04) malam lalu, namun baru terungkap, saat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kosdim, Sapeken, melakukan pendampingan. Ketua LSM Kosdim, Sapeken, Sumenep, Suraini mengatakan, korban yang berstatus anak yatim dan dari keluarga miskin tersebut, sebelumnya enggan membeberkan kasus ini. Karena, korban dan ibunya ketakutan untuk diungkap, sebab diancam para pelaku itu. “Mereka diancam akan dibunuh. Tapi, setelah kami melakukan pemdampingan, baru kasus tersebut dilaporkan ke Polsek Sapeken,†terang Suraini, ketika dihubungi melalui telepon genggamnya, Jum’at (01/05). LSM Kosdim yang melakukan pendampingan tersebut langsung melaporkan pada aparat Polsek Sapeken, agar kasus tersebut diusut tuntas dan menangkap para pelaku. Sementara, Kapolsek Sapeken, Iptu Sidik Subandriyo, mengaku, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan kasus pemerkosaan. “Tapi, kami sudah mendengar informasi itu dari masyarakat. Sekarang, saya telah menerjunkan anggota ke lapangan untuk melakukan pengusutan,â€Âkatanya. ( Nita, Esha )