Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 15-12-2017
  • 587 Kali

Mahasiswa Sumenep Gelar Demo Soal Pernyataan Donald Trump

Media Center, Jumat ( 15/12 ) Sejumlah mahasiswa Sumenep, Madura, Jawa Timur menggelar aksi demonstrasi protes soal pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donal Trump, di depan Kantor DPRD setempat, Jumat (15/12).

Aksi tersebut, dilakukan mahasiswa sebagai bentuk protes atas pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait pengakuan kota Yerussalem sebagai Ibu Kota Israel.

Dalam aksinya, sambil berorasi mahasiswa yang tergabung di Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), membawa poster yang bertuliskan hujatan, seperti "Firaun Jaman Now" dan sejumlah tulisan lain. Kebijakan tersebut masuk kategori perbuatan semena-mena, lantaran tidak melibatkan negara-negara lain, yang tergabung dalam Persatuan Bangsa Bangsa (PBB).

"Diserukan kepada umat Islam, agar merebut kembali Yerussalem ke tangan Islam dan meniadakan penindasan di Palestina,"kata Gupong, salah seorang orator aksi, Jumat (15/12).

Menurutnya, Yerussalem yang merupakan Ibu Kota Palestina, memang sejak lama diincar oleh Israel untuk diakuisisi. Hubungan Palestina dengan Israel sendiri hingga kini masih memanas. Oleh karena itu, Gupong meminta Trump mencabut pernyataan sepihak tersebut. Sebab, atas pernyataan itu membuat hubungan Israel dan Palestina semakin memanas.

"Kami meminta Donald Trump mencabut kembali pernyataan tersebut. Bukan hanya Indonesia yang akan bergerak, tapi semua negara akan meminta hal yang sama. Dan kami juga menuntut untuk memboikot semua produk-produk Amerika masuk di Sumenep," tegasnya.

Di tengah para demonstrans, Kabag Humas DPRD Sumenep, Abd. Halim menemui mereka. Mantan Camat Pragaan itu meminta maaf, karena anggota Dewan tidak bisa menemui para demostrans. Saat ini 50 anggota DPRD sedang melaksanakan serap aspirasi. Hanya saja, Halim berjanji akan menyampaikan aspirasi yang disampaikan oleh mahasiswa kepada wakil rakyat di gedung parlemen itu.

 "Saya juga Islam, saya juga Indonesia. Apabila negara kita sudah menolak, maka kami serentak juga menolak,"tandasnya. ( Nita, Esha )