News Room, Jumat ( 29/08 ) Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Front Aksi Mahasiswa Sumenep (FAMS) melakukan demontrasi ke Gedung DPRD setempat, Jumat (29/08) pagi. Mereka menyoroti dugaan dana Perjalanan Dinas (Perdin) fiktif anggota DPRD Sumenep, periode 2009-2014. Aksi mahasiswa itu berhenti, setelah Sekretaris Dewan (Sekwan) Sumenep, Moh. Mulki dan tiga anggota dewan yang baru yakni Natullah bin Superang, Indra Wahyudi dan Ahmad Jazuli, menemui para pendemo di pintu masuk Kantor DPRD setempat. “Perdin itu kan dianggarkan melalui APBD. Seharusnya digunakan secara tepat bukan untuk jalan-jalan. Kami menekankan kepada anggota yang baru supaya tidak memakai perdin seperti anggota sebelumnya. Pikirkan nasib masyarakat Sumenep,” kata Korlap Aksi, Hasmi, Jumat (29/08). Sementara, Sekwan Sumenep, Moh Mulki, mengatakan, sesuai hasil audit BPK tahun 2013, temuan pertama memang ada beberapa anggota dewan yang tidak mendukung administrasi atau tidak melaksanakan surat pertanggung jawaban. “Ada 3 orang anggota dewan yang tidak menyelesaikan administrasinya karena ada penundaan pemberangkatan. Tapi kami sudah mengirim surat ke maskapai Garuda dan Lion, ternyata ada penundaan jadwal pemberangkatan dan surat tertulis itu sudah kami ajukan ke BPK sebagai jawaban dari temuannya,” terangnya. Sementara, Indra Wahyudi menyatakan, bahwa pihaknya mengapresiasi aksi mahasiswa tersebut dan konsisten mengawal perjalanan dinas. “Kami konsisten dengan anggota dewan yang baru untuk mengawal perdin tidak di mark up dan fiktif serta menghindari manipulasi,” tegasnya. ( Nita, Fer )