Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 04-05-2015
  • 446 Kali

Mahasiswa Aksi Tabur Bunga Di Lokasi Tewaskan Siswa MTs

News Room, Selasa ( 05/05 ) Sebanyak tiga orang aktivis Gempar (Gerakan Mahasiswa Pro Aktif) Sumenep, Selasa (05/05) pagi, menggelar aksi tabur bunga di lokasi kejadian kecelakaan lalu lintas, yang menewaskan seorang siswa MTs di Sumenep, Syarif Hidayatullah (13).

Dalam aksinya, para mahasiswa membawa poster bertuliskan “Tegakkan Hukum Terhadap Rakyat Kecil”, “Adili Satlantas Kabupaten Sumenep yang Menyebabkan Kecelakaan Maut”, dan “Turunkan Satlantas”.

Selain tabur bunga, mereka juga melakukan tahlil dan doa bersama di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Kami sengaja tabur bunga dan doa bersama sebagai bentuk ucapan bela sungkawa terhadap siswa MTs selaku korban laka hingga meninggal dunia,” kata Mahfud Amin, korlap Gempar, Selasa (05/05).

Ia meminta, kasus tersebut diusut secara tuntas dan perlu ada ketegasan dari pimpinan Polres. Karena informasi yang berkembang, korban kecelakaan akibat menghindar dari kejaran polisi.

“Kalau tidak ada tindakan tegas, kami akan terus mengawalnya,” pintanya.

Sebelumnya, kecelakaan merenggang nyawa Syarif Hidayatullah (13), salah satu siswa sekolah MTs di Sumenep, membonceng Nur Khalis Ajib (9) mau ke warung internet (warnet).

Korban mengemudikan motor Nopol M 5813 C membonceng temannya, Nur Khalis Ajib (9) warga Desa Matanair, Kecamatan Rubaru, Kamis (30/04).

Korban diduga menghindar dari petugas Lantas Polres Sumenep karena tidak menggunakan helm.

Tepat di simpang empat, Jalan dr. Wahidin, Kelurahan Pajagalan, Kecamatan Kota, terjadi tabrakan keras dengan mobil warna putih nopol M 414 AH, yang dikemudikan Fahrur Rozi, warga Kelurahan Bangselok, Kecamatan Kota. Korban tewas di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Sementara Kasat Lantas Polres Sumenep, AKP Musa Bakhtiar mengungkapkan, untuk kasus laka lantas maut itu pihaknya sudah memeriksa beberapa orang saksi, diantaranya Fahrur Rozi, pengemudi mobil.

Sedangkan pembonceng, Nur Khalis Ajib (9) warga Desa Matanair, Kecamatan Rubaru, belum bisa dimintai keterangan.

"Kondisi Nur Khalis Ajib masih dirawat di rumah sakit. Jadi belum bisa dimintai keterangan," pungkasnya. ( Nita, Fer )