Sumenep-Infokom News Room : Menghadapi terjadinya kelangkaan pangan, Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Sumenep telah mempersiapkan lumbung pangan di 332 Desa di Kecamatan daratan dan kepulauan. Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Sumenep melalui Kasubdin Prasarana dan Sarana, Ir. H. Abdul Gafur, mengatakan bahwa program lumbung pangan yang sebelumnya bernama lumbung paceklik pada tahun 2004 ini sudah mulai operasional. Mengenai pembagiannya, untuk Kecamatan daratan sebesar Rp. 7 juta perlumbung, sedangkan untuk kepulauan Rp. 7,5 juta perlumbung. Ditanya mengenai proses pengadaannya, menurut Abdul Gafur tetap melalui tender. Yaitu disetiap Kecamatan Daratan terdapat satu CV, sedangkan untuk 24 desa dikepulaan ditunjuk enam CV. Sementara disisi kwalitas beras, pihaknya menjamin tidak akan dipermainkan oleh para rekanan. Sebab menurut Gafur, sudah ada standart kwalitas yang harus dipenuhi untuk lumbung pangan itu. Dalam pelaksanaannya pada tahap pertama, lumbung pangan masih terfokus pada komoditas beras, untuk selanjutnya dapat memanfaatkan komoditas lain, seperti jagung atau kedelai. Lebih jauh Gafur menjelaskan, cara mendapatkan bahan pangan melalui lumbung pangan tersebut, dengan sistem kredit maksimal mendapatkan 2 ton perkelompok. Sedangkan pengembaliannya juga tergantung kesepakatan kelompok tani itu sendiri, namun selama empat tahun mereka sudah harus dapat mengembalikannya lagi, karena akan diberikan untuk kelompok tani lainnya. Mengenai adanya kemungkinan kredit macet, Gafur berkeyakinan dapat mengatasinya, sebab pihaknya telah memiliki formula khusus diantaranya dengan melakukan pembinaan pertahun dan dicek secara berkala agar kontinyuitas pengembalian disetiap Desa selalu terkontrol. ( Ren, Esha )