News Room, Selasa ( 17/11 ) Ketua STITA Aqidah Usymuni, Dr. KH. Syafraji, M.Pd.I dihadapan ratusan mahasiswanya yang di wisuda di Gedung KORPRI Sumenep, Selasa (17/11) mengingatkan, agar nantinya lulusan Sarjana Pendidikan Islam yang notabeni nantinya akan banyak menjadi guru, hendaknya betul-betul menjadi guru yang profesional dan berakhlaqul karimah.
Hal tersebut ditegaskan, pria yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sumenep ini, karena saat ini banyak ditemui guru yang tidak memiliki akhlak yang baik, sehingga nantinya juga akan menghasilkan sesuatu yang tidak baik di masyarakat.
“Bahkan, jika lulusan sarjana STITA ini ketika nantinya menjadi seorang pemimpin, maka jadilah pemimpin yang bisa diteladani,”ungkapnya.
Sebab, diakui KH. Syafraji, jika pemimpin di masa depan diperlukan seorang pemimpin yang baik dan profesional, serta harus selalu mengikuti perkembangan jaman. Karena itu, STITA sebagai lembaga Perguruan Tinggi Islam sengaja mencetak sarjana intelek yang visioner dan berakhlaqul karimah.
Untuk itu, pihaknya sangat berharap para alumni STITA Aqidah Usymuni, setelah berada di tengah-tengah masyarakat, bisa menjaga nama baik almamater. Serta terus menjalin silaturrahmi dengan almamaternya, agar ilmu yang dimilikinya barokah.
“Agar ilmu yang diperoleh barokah secara lahiriyah maupun rohaniyah, maka harus terus ada ikatan silaturrahmi dengan almamaternya,”tambahnya. ( Ren, Esha )