Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 23-02-2011
  • 687 Kali

LSM Minta Pelabuhan Gersik Putih Ditertibkan

News Room, Rabu ( 23/02 ) Beroperasinya pelabuhan Gersik Putih yang berada di sebelah utara di Kecamatan Kalianget, sebagai pelabuhan kapal ke kepulauan dan semacamnya mendapat perhatian kalangan lembaga swadaya masyarakat (LSM) setempat. Sebab, disamping tidak memiliki ijin resmi sudah beberapa kali terjadi kebakaran kapal di pelabuhan tersebut. Bahkan, saat ini masih terus berlangsung pengiriman BBM melalui pelabuhan tersebut karena dianggap cukup aman dari pantauan petugas. Disamping itu sudah menjadi pusat penjualan pasir dengan skala cukup besar. Menurut Aktifis LSM Gerindo, Sarkawi, pihaknya sudah seringkali melaporkan ke berbagai pihak terkait dengan opersionalnya pelabuhan Gersik Putih tersebut. Sebab, jika dibiarkan liar seperti itu akan menjadi pelabuhan gelap yang bisa seenaknya kapal luar keluar masuk tanpa memperhatikan keselamatan masyarakat setempat. “Saya menilai dari sisi keamanan serta kelayakan dermaga Gersik Putih, tidak layak sebagai pelabuhan sebagaimana mestinya, dan rawan terjadi hal-hal, seperti yang pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.”ujar Sarkawi. Dijelaskan Sarkawi sebelumnya pernah terjadi 2 kali kebakaran Perahu Layar Motor (PLM) yang mengangkut BBM ke kepuluan. Disamping itu, pelabuhan Gersik Putih tidak memberikan kontribusi apapun kepada Pemerintah, sehingga pelabuhan tersebut termasuk illegal, yang seharusnya ditertibkan. Karena jelas mengganggu pengguna jalan dan masyarakat nelayan setempat. Karena itu Sarkawi berharap kepada Pemerintah khususnya Dinas terkait, khususnya Dinas Perhubungan Jawa Timur segera mengambil langkah-langkah untuk melanjutkan proyek Pelabuhan Rakyat (Pelra) Kalianget yang sudah menelan dana milyaran rupiah tersebut untuk difungsikan, agar tidak mubazir. Padahal, proyek yang dianggarkan melalui APBD Propinsi Jatim 2005 ini, hanya tinggal beberapa langkah lagi. Seharusnya, tegas mantan kontraktor ini, meskipun terjadi persoalan hukum, proyek tersebut harus tetap dilanjutkan. “Sementara masyarakat sudah sangat berharap pelabuhan rakyat itu dapat segera difungsikan. Kan sayang, proyek yang sudah menghabiskan anggaran banyak, ditinggal begitu saja sejak tahun 2006 lalu.”Pungkasnya. (ren,y02k)