News Room, Kamis ( 25 /06 ) Menyikapi tingginya angka Golput (Golongan Putih) pada Pemilu Legeslatif lalu, menggugah LSM Lempar (Lembaga Pemberdayaan Anggaran Untuk Rakyat) untuk menggelar seminar yang bertajuk “Mempertajam Kesadaran Berpolitik Antara Memilih dan Golputâ€Â, Kamis (24/06) pagi di Meeting Room Hotel Utami Sumekar Sumenep. Acara yang melibatkan berbagai ormas, pemuda dan mahasiswa yang ada di Kabupaten Sumenep tersebut menghadirkan 3 pembicara, diantaranya Nino Viartasiwi dari LSI (Lembaga Survei Indonesia) Cabang Jawa timur, Mohamad Ilyas dari KPUD Sumenep, serta Drs. Yasin Muhtar, M.Hi wakil MUI Kabupaten Sumenep, yang mengupas perilaku Golput masyarakat yang saat ini cenderung semakin marak. Menurut Baihaki Adi, Ketua LSM Lempar mengatakan, angka golput yang mecapai 40 persen pada Pemilu Legislatif lalu menjadi latar belakang pihaknya melakukan seminar tersebut. Menurutnya, bila angka tersebut meningkat pada Pilpres mendatang, maka hal tersebut akan mempengaruhi dinamika demokrasi di negeri ini. “Oleh karena itu, memalui forum ini kami mengajak para kaum intelektual yang tergabung diberbagai ormas, kepemudaan dan mahasiswa untuk melakukan penyadaran melalui kampanye anti golput,â€Âtegas alumni STIKA Guluk-guluk tersebut. Bahkan menurut Baihaki, pihaknya dalam waktu dekat akan menggelar kampanye damai di Pasar Anom Baru Sumenep, sebagai tindak lanjut untuk terus menyuarakan, agar masyarakat menggunakan hak pilihnya pada Pilpres mendatang. ( Gun, Esha )