Sumenep-Infokom News Room : Ketidak hadiran dan aksi keluar sidang sejumlah anggota DPRD Sumenep dalam Sidang Paripurna DPRD pada Perhitungan Anggaran tahun 2004 dan LKPJ Bupati Sumenep, disesalkan oleh Ketua LSM Insani, Tadjul Arifin. Menurutnya, itu sebuah sikap yang tidak terpuji yang dilakukan oleh para wakil rakyat di Sumenep. Padahal menurut Tadjul Arifin, itu merupakan agenda Sidang Paripurna dan LKPJ Bupati Sumenep, yang merupakan agenda penting bagi anggota DPRD. Sidang yang dihadiri Bupati Sumenep, KH. Ramdlan Siraj, SE, MM dan Wakil Bupati Sumenep, Drs. H. Abdul Muiz, MM itu seharusnya sesuai jumlah anggota dewan yang ada dari 42 anggota DPRD yang aktif, ternyata hanya dihadiri sekitar 29 orang. Bahkan yang lebih disayangkan lagi oleh Tadjul Arifin, dari 29 anggota Dewan yang hadir, ditengah-tengah berlangsungnya sidang tersebut 11 anggota Dewan satu persatu meninggalkan ruangan sidang, sehingga hanya tinggal 18 orang. Tadjul Arifin mengakui, bahwa dirinya bersama Lembaga Swadaya Masyarakat lainnya saja masih menunggu hingga sidang berakhir. Sementara anggota Dewan sendiri banyak yang tak menghargai acara di DPRD Sumenep yang merupakan Sidang Paripurna Perhitungan Anggaran dan LKPJ Bupati Sumenep tersebut. Sementara itu salah seorang anggota DPRD Sumenep, Hamid Ali Munir ketika dikonfirmasi wartawan mengelak jika para anggota Dewan melakukan Walk Out itu merupakan perbuatan tidak terpuji. Hamid mengaku itu hanya merupakan sebuah rasa kecewa terhadap Pimpinan Sidang, karena kurang merespon pemintaan sebagian anggota Dewan itu, meski enggan menyebutkan permasalahan apa yang menyebabkan mereka keluar Sidang, namun Hamid tetap mengelak jika itu merupakan upaya politis, akan tetapi hanya bentuk protes demokrasi saja. ( Ren, Im, Esha )