Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 22-09-2021
  • 1070 Kali

LP2M STITA Sumenep Gelar FGD Riset Pengabdian Masyarakat

Media Center, Rabu ( 22/09 ) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) STIT Aqidah Usymuni (STITA) Sumenep menggelar Focus Group Dicussion (FGD) dengan penambak udang di Desa Lombang, Bungin-Bungin dan Lapataman.

FGD ini dilaksanakan di rumah salah satu warga Desa Lapataman dan di warung pinggir tambak Selasa (21/09/2021) kemarin.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua STITA dan anggota peneliti LP2M untuk mengumpulkan data dari masyarakat secara langsung. Hadir pula perwakilan warga untuk menyampaikan pengalaman dan keinginannya ke depan.

Koordinator Tim Peneliti, Shulhan mengatakan, bahwa pihak LP2M melaksanakan FGD untuk mendapatkan data penelitian dengan cara mendengarkan langsung dari masyarakat pelaku usaha tambak.

"Kami dengan ini bermaksud untuk hiring directly (mendengarkan langsung) pengalaman mereka baik tantangan maupun peluang yang mereka hadapi," ungkapnya.

Shulhan menambahkan, data hasil FGD ini akan diolah sebagai bahan penelitian yang berjudul, "Analisis Dampak Sosial Ekonomi Pengembangan Tambak Udang di Kabupaten Sumenep".

"Dengan penelitian ini, semoga kami dapat memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat dan rekomendasi kepada Pemerintah Sumenep untuk menciptakan paket kebijakan yang lebih baik bagi masyarakat petambak udang," ungkapnya.

Sementara Ketua STITA sekaligus anggota Tim Peneliti, Ahmad Efendi mengatakan, bahwa data-data ini sangat bermanfaat bagi dirinya sebagai masukan kepada pihak-pihak terkait seperti pemerintah. Selain itu kegiatan ini merupakan pengayaan data yang diperoleh melaui angket yang sebelumnya dilakukan oleh surveyor.

"Hari ini kami mendengarkan langsung untuk memperkuat data penelitian kami," ujar Misnatun dan Kamal (anggota peneliti).

Peserta FGD sangat antusias mengikuti diskusi, mereka bergiliran menceritakan tentang pengalaman sebagai petani tambak udang. Mereka juga menyampaikan beberapa kendala yang mereka hadapi seperti mahalnya harga pakan dan bibit udang serta limbah yang belum teratasi. Mereka juga menyampaikan liku-liku menjadi penambak udang seperti mencari modal, rasa sedih gagal panen dan bahagia saat beruntung. ( Miko, Fer )