Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 05-12-2011
  • 657 Kali

LP Al-Hidayah Kembangkan Pendidikan Agama Dan Umum

News Room, Senin ( 05/12 ) Lembaga Pendidikan (LP) Al- Hidayah, Desa Bragung, Kecamatan Guluk- Guluk salah satu lembaga pendidikan di Kabupaten Sumenep, yang berdiri lebih dari setengah abad. Tepatnya, di tahun 1960-an, pertama mendirikan Madrasah Diniyah (Madin) yang diasuh oleh K. Moh Fadhil bersama mertuanya K. Mushawir yang di tempatkan di serambi rumah dan mushalla tempat anak-anak mengaji waktu ba’da maghrib. Sekitar 40 siswa aktif menerima materi pelajaran keagamaan pada sore hari. Lantas ada inisiatif pada tahun 1970 an membentuk Madrasah Ibtidaiyah ( MI). Setelah diakui sebagai pendidikan yang terakreditasi pendidikan umum terus dikembangkan setara dengan lembaga pendidikan umum lainnya. “Jadi pembauran materi pendidikan umum dan agama, dapat menambah wawasan siswa dengan baik, serta metode membaca kitab kuningnya semakin dimatangkan,”ujar KH. Taufiqurrahman, S.Ag. M.Si, salah seorang pengasuh Yayasan Al-Hidayah. Ditambahkan, selang sepuluh tahun, tepatnya di Tahun 1980 kembali mendirikan Madrasah Tsanawiyah (MTs). Disamping pendidikan formalnya berjalan, pendidikan diniyah juga tetap hidup, dari kelas ula, wustho, dan ulya. Bahkan, seringkali lembaga ini meraih prestasi baik pada kegiatan intra dan ektra kurikuler. Selanjutnya, pada tahun 2007 didirikan Sekolah Menengah Atas (SMA) kemudian seiring kebutuhan serta tuntutan zaman, maka pada tahun 2008 lalu dari sekolah SMA dirubah menjadi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Al-Hidayah. Yang diharapkan lulusannya bisa menjadi tenaga yang siap bersaing di tengah masyarakat. Seperti halnya yang juga disampaikan Kepala SMK Al-Hidayah, K. Yasak, M.Si, disamping penguasaan teknologi, anak didik juga dilatih dan diberi bekal membuat bahan yang ada di lingkungan sekitarnya, yang memiliki barang yang berdaya jual rendah menjadi barang yang punya daya jual tinggi. Semisal, singkong diproduksi menjadi roti yang berkualitas, pembuatan sabun herbal atau sabun dari bahan alam yang ada di lingkungan sekitar, pupuk organik dan lain sebagainya. Sehingga apa yang diperoleh menjadi bekal pada anak didik kelak di kemudian hari. ”Disamping itu, juga mendatangkan guru ahli dibidangnya, seperti dari ITS, Unibraw dan sebagainya.menguasai ilmu tekhnologi dan keterampilan juga di wajibkan bisa membaca kitab kuning,“pungkasnya. ( Ren, Esha )