Media Center, Rabu ( 30/08 ) Galian pasir terjadi longsor, akibatnya Natun (39), seorang penambang pasir asal Dusun Seladan, Desa Palasa, Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur tewas tertimbun bongkahan batu pada saat melakukan penggalian, Selasa (29/08) malam sekitar pukul 20.00 WIB.
Pada saat melakukan penggalian, korban bersama Asrawi (suami) serta Sahrawi (kakak kandung korban) bekerja menggali batu pasir di lokasi tanah tegal milik Pak Sanakip di Dusun Candi, Desa Palasa.
Namun, belum lama beraktifitas, terjadi longsor bongkahan batu dari atas lokasi tempat mereka menambang batu pasir. Sontak, mereka pun berusaha menyelamatkan diri.
"Tapi hanya Asrawi dan Sahrawi yang selamat, sementara Natun tidak dapat menyematkan diri sehingga tertimbun bongkahan batu,"kata Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP. Suwardi, Rabu (30/08).
Pada saat kejadian, lanjut Suwardi, 2 orang selamat ini sudah berusaha menyelamatkan korban, tetapi tidak bisa karena medan yang cukup sulit, sehingga mereka minta tolong pada teman dan orang-orang yang kebetulan melintas di lokasi.
Hanya saja, korban tetap tidak bisa diselamatkan. Baru setelah 15 menit kemudian, korban bisa dievakuasi. Namun, saat berhasil dievakuai korban sudah tidak bernyawa.
"Korban ditemukan dalam timbunan bongkahan batu sudah dalam keadaan posisi duduk dan membungkuk serta sudah meninggal dunia," terangnya.
Pada saat dilakukan pemeriksaan oleh pihak Polsek setempat dan tenaga medis, korban mengalami luka cukup parah, yakni bengkak pada tulang kering atau betis kaki kanan, luka pada bagian perut sebelah kiri hingga ususnya keluar, lutut sebelah kanan hancur, dan lutut sebelah kiri lebam, serta gigi atas bagian kanan patah dan hidung mengeluarkan darah segar.
"Petugas sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan saksi-saksi. Untuk korban hanya dilakukan visum et repertum (ver) luar, karena pihak keluarga keberatan untuk dilakukan utopsi,"ungkapnya. ( Nita, Esha )