Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 02-07-2015
  • 1296 Kali

Lombang Desa Eksotik, Berpotensi Wisata Nasional

News Room, Jumat ( 03/07 ) Kalau Bali punya Pantai Kuta, Sumenep memiliki Pantai Lombang. Meski tak segaung, namun pesona pantai di ujung timur pulau Madura ini mampu menyedot minat wisatawan, baik lokal maupun regional, bahkan tak terkecuali warga Negara asing yang menjelajahi Sumenep, kerap memasukkan Lombang dalam deret daftar singgahannya.

“Tak jarang saya bertemu dengan turis asing di sini. Ya, memang tak banyak. Tapi sepertinya Lombang selalu tak luput dari agenda turis,”ujar Ahmad Nizar salah satu pengunjung wisata di kawasan Pantai Lombang pada News Room.

Di hari-hari biasa memang jarang ditemui kerumunan pengunjung. Kalaupun ada biasanya dari kalangan muda-mudi saja. Ada yang bergerombol, ada juga yang cuma berpasangan. Yang bergerombol biasanya kalangan pelajar atau mahasiswa. “Sepanjang yang saya tahu, rata-rata yang datang ke sini untuk menyegarkan pikiran. Ya, cari hiburanlah,”kata Nizar.

Menurut Nizar, Lombang memang cocok bagi mereka yang mencari ketenangan. Karena lokasinya yang jauh dari keramaian, suasana pantai juga khas. “Ya, di sini kalau bagi saya pribadi memang banyak memiliki kekhasan. Ya ombaknya, ya pasirnya, pepohonannya, dan lainya,”tambah warga jalan Barito Desa Pandian Kecamatan Kota Sumenep ini.

Pantai yang terletak di sebelah timur Sumenep, kira-kira 30 km dari Kota Sumenep tepatnya di Kecamatan Batang-Batang ini menjadi salah satu wisata alam unggulan di Sumenep karena memiliki kekhususan tersendiri.

Di pantai ini, selain deburan ombak yang cukup tenang dan pasir putih yang sangat halus, para pengunjung juga akan disuguhi dengan rimbunnya pohon cemara udang yang berjajar mengikuti garis bibir pantai.

“Pantai lombang memang menyuguhkan hal yang tidak ditemukan di pantai pantai lain di nusantara. Selain ditumbuhi pohon cemara udang yang besar-besar dan rindang, juga pasir putihnya yang bersih dan menawan. Ombak juga tidak terlalu besar, sehingga pengunjung bisa bebas mandi di pantai tanpa khawatir diserbu gelombang tinggi,”kata Nizar lagi.

Selama ini Lombang selalu menjadi idola pada saat pesta Hari Raya Kupatan atau ketupat (tellasan topak: Madura), yakni 7 hari pasca Hari Raya Idul Fithri. Beribu-ribu pengunjung akan memadati pantai untuk merayakan Hari Raya Ketupat bersama keluarganya. Tentu, hasil retribusi pengunjung menyumbangkan PAD bagi daerah.

Di era Bupati Ramdlan Siraj, bahkan salah satu Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (sekarang Dispbudparpora) masa itu pernah optimis Lombang sepuluh tahun ke depan akan menjadi Bali ke dua.

Hal itu akan didukung oleh rencana pembangunan hotel dan penginapan, serta akses transportasi langsung ke tempat wisata. Bahkan, Bandar Udara Trunojoyo Sumenep, kini sudah beroperasi. Paling tidak, wisata pantai Lombang diyakini akan menjadi salah satu primadona bagi pelancong luar negeri maupun domestik, selain beberapa referensi tujuan wisata di Jatim lain, seperti Bromo misalnya.

“Ya kita berharap impian-impian besar itu bisa terwujud. Karena Lombang memiliki potensi untuk lebih maju. Ya, tentunya ini harus melibatkan semua unsur. Semua lapisan harus ambil bagian dalam visi misi besar itu, yakni Lombang jadi Bali kedua,”pungkas Nizar sambil tertawa lepas. ( Farhan, Esha )