News Room, Jum’at ( 24/10 ) Kegiatan Lomba Lari 10 Kilometer yang akan di gelar Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep dalam rangka Hari Olah Raga Nasional (HAORNAS) ke 25 tahun 2008, hari Minggu (26/10) besok, di Gelanggang Olah Raga (GOR) A. Yani Pangligur Sumenep, pesertanya ternyata membludak. Terbukti, hingga hari ini, Jum’at (24/10) siang, pendaftar baik dari pelajar SMP, SMA dan Umum sudah mencapai 342 orang. Dan itu kemungkinan akan bertambah hingga penutupan pendaftaran besok. Penanggung jawab Lomba Lari 10 K, Drs. H. Siarso, MM mengungkapkan, respon para atlit di Sumenep untuk megikuti Lomba Lari 10 K rupanya cukup banyak, hingga melebihi dugaan sebelumnya. “Ini membuktikan atlit lari jauh sangat diminati di Sumenep, meski saat ini memang belum ada wadah khusus yang menampung para atlit lari jauh ini, namun di tahun mendatang kemungkinan akan ada, para atlit ini akan lebih terlatih dengan baik,†ujar H. Siarso. Ditambahkan, Lomba Lari 10 K ini akan memperebutkan Piala Tetap Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep dan beberapa hadiah berupa uang pembinaan mulai Rp. 200.000,00 hingga Rp. 1 juta. Sementara route yang akan dilalui, dimulai start di GOR A. Yani Pangligur Sumenep menuju Kecamatan Kalianget. Sementara salah seorang mantan atlit pelari jauh tahun 1980-1990-an, Nurhamin mengaku sangat merespon upaya Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep dalam mengembangkan atlit lari jauh ini. Sebab, akhir-akhir ini atlit lari jauh sepertinya menghilang. Padahal dulunya, ujar Kades Kalimo’ok Kecamatan Kalianget ini, sewaktu tahun 1980-1990-an lomba lari jauh cukup banyak. Bahkan setiap tahun ada Tri Lomba Juang, yakni lari jauh 17 Kilometer, 8 Kilometer dan Gerak Jalan 45 Kilometer yang dilaksanakan setiap bulan Agustus mulai tingkat Kabupaten/Kota, Propinsi hingga Nasional. “Jika melihat anak saya latihan lari untuk lomba lari 10 K saat ini, mengingatkan semangat saya ketika mengikuti Tri Lomba Juang dulu. Dan hampir setiap tahun saya tidak pernah absen menjadi duta Sumenep ke Jatim. Namun saat ini kondisi fisik sudah tidak memungkinkan, hanya semangat yang ada,â€Âpungkasnya. ( Ren, Esha )