Sumenep-Kominfo News Room : Pemberangkatan Jamaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Sumenep pada 16 November nanti, dengan menggunakan Armada sebanyak 20 Bus, diperkirakan akan terjadi penumpukan massa. Karena pemberangkatan tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, yang semula dari 4 titik, kali ini dijadikan titik pemberangkatan di GOR A. Yani Pangligur Sumenep. Untuk mengamankan proses pemberangkatan JCH itu, menurut Kabag Ops Polres Sumenep, Komisaris Polisi Ary Wahjudhi, aparat keamanan meluncurkan sebanyak 450 personel, yang terdiri dari Aparat Kepolisian, Kodim 0827, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Bakesbanglinmas). Kabag Ops menerangkan, untuk menghindari kemacetan arus lalu lintas menuju lokasi pemberangkatan JCH, maka mulai Kamis malam sekitar pukul 21.00 WIB, pihaknya akan mensterilkan lokasi Jl. Payudan dan Urip Sumoharjo hingga titik pemberangkatan, dengan menempatkan aparat gabungan yang sudah dibagi per Shift. Karena itu, Kabag Ops berharap kepada para Jamaah Calon Haji, agar menaati aturan tentang pengantar JCH yang sudah ditetapkan dan disosialisasikan oleh Kantor Departemen Aagama Kabupaten Sumenep, yakni mobil yang boleh masuk ke lokasi pemberangkatan hanya satu unit mobil pengantar JCH. Hal itu dilakukan, agar tidak terjadi penumpukan di satu titik, sehingga menyebabkan kemacetan arus lalu lintas menuju lokasi pemberangkatan. Kabag Ops Polres menjelaskan, Jamaah Calon Haji akan dilepas oleh Bupati KH. Moh. Ramdlan Siraj, SE, MM, pada 16 November nanti, pukul 06.00 WIB. Karena, sesuai dengan jadwal yang ada, para JCH harus tiba di Asrama Haji Sukolilo paling lambat pukul 13.00 ( 1 siang ). Namun, untuk Sahara atau barang milik Jamaah Calon Haji, akan diberangkatkan lebih awal, yakni pada Kamis (15/11) dengan menggunakan 10 Truk, yang dikawal langsung 5 orang anggota Polres Sumenep bersama 5 orang Anggota Kodim 0827.( Nita, Soek )