News Room, Selasa ( 25/12 ) Perjuangan meningkatkan kualitas SDM yatim piatu dalam kehidupan nyata, akan terus dilakukan oleh LMI. Hal itu ditegaskan Ketua LMI (Lembaga Manajemen Infaq) Cabang Sumenep, Naryo, S.Pd saat ditemui News Room di Kantor LMI Jalan Lontar Nomor 1 Sumenep, Senin siang (24/12) kemarin. Selanjutnya Naryo mengatakan, peningkatan kualitas SDM yatim piatu, terutama untuk lulusan SLTA, akan dilakukan LMI, Januari 2008 mendatang. LMI telah menjalin kerjasama dengan YP3IS (Yayasan Pembinaan dan Pengembangan Panti Asuhan Islam dan Anak Purna Asuh) Surabaya, dalam program MEC (Mandiri Entrepreuner Centre). Untuk Program ini, LMI mengirimkan 20 orang yatim piatu, terutama lulusan SLTA untuk mengiktui pendidikan tersebut. Naryo menambahkan, 20 orang tersebut akan menjalani pendidikan tersebut selama 1 tahun, dan tanpa dipungut biaya. Selama 1 tahun, siswa bisa memilih program keahlian Komputer dan Akuntansi Bisnis, Komputer dan Administrasi Bisnis atau Teknisi Komputer. Selain itu, siswa juga akan didukung dengan program pendukung berupa, bimbingan belajar dan baca Al-Qur’an, teknisi HP, Design Grafis, Editing Foto, MC dan lain sebagainya. Di tempat yang sama, Herdi Nur Rohmansah dari YP3IS mengungkapkan, sementara ini program MEC dalam taraf uji coba. Namun demikian, Herdi mengatakan bahwa pihaknya sangat serius untuk menjadikan SDM setiap siswa, mampu berbicara di dunia nyata saat lulus nanti. Menurut Herdi, selain penguasaan di bidang IPTEK, siswa nantinya juga akan dibekali dengan pengetahuan agama Islam. Artinya selain IPTEK, siswa juga harus kuat di bidang IMTAK (Iman dan Taqwa). (Adjie,Esha)