News Room, Rabu ( 02/01 ) Bencana banjir yang melanda 4 Kabupaten di Jawa Timur, yakni Kabupaten Ngawi, Bojonegoro, Lamongan dan Gresik, akibat jebolnya tanggul Waduk Gajah Mungkur aliran Sungai Bengawan Solo, membuat Lembaga Manajemen Infaq (LMI) Cabang Sumenep membuka pundi amal. Ketua LMI Cabang Sumenep, Naryo mengatakan, pundi amal itu merupakan bentuk kepedulian terhadap bencana banjir yang terjadi di Jawa Timur, sehingga dengan bermodalkan rasa prihatin dan ingin membantu mengurangi beban para penderita bencana banjir, pihaknya sejak Selasa kemarin (01/01) langsung membuka pundi amal dengan cara menggalang dana di tengah jalan, tepatnya di lokasi sepanjang Jalan Urip Sumoharjo. Naryo menandaskan, pundi amal tersebut memang dilakukan berbarengan dengan awal tahun baru 2008, karena pihaknya ingin sebagai lembaga manajemen infaq membuka lembaran baru dengan mengisi amal-amal kebaikan, sesuai jati diri LMI yang peduli untuk berbagi. Kegiatan pundi amal itu, bertujuan mengumpulkan dana sebanyak-banyaknya dari seluruh elemen masyarakat Sumenep untuk membantu saudara-saudara yang terkena bencana banjir dialiran Sungai Bengawan Solo. Naryo menjelaskan, sistem penyaluran bantuan tersebut akan langsung disalurkan ke lokasi yang terkena bencana banjir. Bahkan, untuk mempercepat pengumpulan dana, pihaknya juga membuka posko pundi amal di wilayah Ngawi, Magetan, Trenggalek dan Bojonegoro. Ia juga memaparkan, penggalangan dana itu akan dilakukan hingga Jum’at 4 Januari 2008.( Nita, Esha )