Media Center, Rabu ( 19/05 ) Literasi Cloud (platform buku digital) sangat tepat dilakukan sekolah dalam rangka inovasi untuk dikembangkan guru dalam melaksanakan pembelajaran daring selama masa pandemi COVID-19. Sebab, literasi cloud dengan pemanfaatan digital ini merupakan solusi untuk pengembangan literasi.
Hal tersebut ditegaskan Fathurrahman, salah seorang guru yang juga Fasilitator Daerah (Fasda) Inovasi Kabupaten Sumenep, di sela-sela kegiatan Workshop Kurikulum Darurat di masa pandemi Covid-19, di Hotel Bagraf, Rabu (19/05/2021).
Menurutnya, di samping banyak sekolah yang belum memiliki perpustakaan, dan kalaupun ada banyak bahan di perpustakaan yang belum sesuai dengan level anak-anak. Sedangkan dalam platform buku digital di dalamnya berisi buku bergambar (picture book) yang sudah disesuaikan level anak, mulai level 1-6.
“Jadi bisa dilihat sesuai kemampuan anak dalam membaca, bukan kelas anak, karena bisa saja anak kelas 2 ada di level 1 atau anak kelas 1 namun sudah lancar membaca bisa ada di level 2,” jelas Avan, panggilan akrab guru SDN Batuputih Laok 3 ini.
Menurut guru yang sempat viral saat mendatangi siswa ke rumahnya ketika pemberlakukan sekolah Daring awal musim pandemi tahun 2020 lalu, di masa pandemi ini sangat sesuai literasi cloud digunakan bahan pembelajaran dan mirip dengan modul kurikulum darurat yang dilaksanakan di Kabupaten Sumenep.
Di samping itu literasi cloud juga cocok digunakan sekolah yang tak bisa daring atau luring tetap bisa memanfaatkan dengan meng-screenshoot dulu buku, pada saat ke sekolah bisa ditampilkan. Sedangkan ketika di rumah siswa bisa menggunakan HP atau laptop yang bisa diolah sendiri.
“Saya sendiri sudah mempraktekkan di sekolah dan banyak pula dimasukkan video menggunakan buku yang ada di literasi, karena memang menarik dan ada gambarnya,” tandas Tim Pokja SD Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep ini.
Avan yang juga mengakui jika sebenarnya literasi cloud sudah lama dilakukan, bahkan sejak dirinya menulis buku literasi cloud berjudul “Lampu Yang Menyala“ di tahun 2019 sampai sekarang sudah melakukan dan banyak sekolah yang melaksanakan. Termasuk di Youtube juga sudah banyak tayangan yang bisa dipelajari dan dipraktekkan. ( Ren, Fer )