Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 25-08-2009
  • 1812 Kali

Listrik Sering Padam, Warga Pulau Kangean Mengeluh

News Room, Selasa (25/08) Aliran listrik PLN di Kecamatan Arjasa Pulau Kangean yang masih sering padam, utamanya pada saat-saat bulan Ramadhan ini dikeluhkan warga. Bahkan, selama sepekan, listrik padam secara bergiliran dan terkadang padam secara tiba-tiba yang tidak diketahui penyebabnya. Menurut salah seorang warga Kangean, Moh. Mansyur yang juga seorang Guru SMP Arjasa mengatakan, pemadaman aliran listrik oleh PLN itu awalnya berlangsung tiga kali sebulan. Yakni, setiap sepuluh hari, dengan alasan penghematan energi solar. Hal ini dapat dimaklumi warga. Sebagian warga menggunakan diesel sendiri untuk memenuhi penerangan mereka. Tetapi, tidak lama kesepakatan tersebut berjalan, listrik padam hampir tiap malam. “Yang jelas, ketika listrik padam pada saat-saat masyarakat menyiapkan berbagai kebutuhan sahur dan sebagainya, tentu aktivitas beribadah akan terganggu,”ujar Mansyur. Kondisi ini menurut Mansyur yang Alumni Universitas Malang ini sangat menyusahkan masyarakat dan belum diketahui sampai kapan ujungnya. Sebab, alasan yang diberikan, kalau tidak alasan kerusakan mesin, pasti solar habis. Pihak PLN juga seakan bergeming dengan desakan warga. Ratusan warga pernah mengepung Kantor PLN Kangean yang berpusat dekat pelabuhan Batuguluk tersebut, yang intinya meminta PLN menyalakan listrik mulai pukul 17.00 WIB hingga 5.30 WIB pagi. Masyarakat juga meminta PLN hanya memadamkan listrik total dua kali dalam sebulan. Namun, sampai saat ini desakan itu tidak ada wujudnya. Listrik sering padam di Kangean. Sementara itu, Direktur Kajian Madura Society Development (MaSDev), Imam Suhair merasa prihatin masalah listrik yang menimpa masyarakat kepulauan, khususnya Kangean. Seharusnya menurut mantan aktivis PMII ini, pihak terkait melakukan action secara ekstra dengan melakukan pertemuan dengan pihak PLN Madura dan Perwakilan Kangean untuk menyelesaikan masalah ini. Bahkan kalau perlu, pihaknya mendesak agar dicarikan pihak pengelola khusus pengadaan sumber energi listrik bagi kepulauan, kalau ternyata PLN sudah tidak mampu dan tidak bisa maksimal melayani masyarakat. Karena itu Imam berharap, persoalan listrik di kepulauan harus cepat teratasi. Sebab, listrik merupakan kebutuhan dasar masyarakat, seharusnya menjadi perhatian utama pihak-pihak terkait, demi kemajuan masyarakat kepulauan. ( Ren, Esha )