News Room, Rabu ( 08/10 ) Sebanyak 5.500 pelanggan PLN di Desa Duko, Pandeman, dan Desa Arjasa Kecamatan Arjasa (Pulau Kangean) ngluruk Kantor PLN setempat. Mereka memprotes pemadaman bergilir dan pengurangan jam operasional PLN yang sebelumnya 12 jam menjadi 6 jam. Bentuk protes mereka juga dilampiaskan disejumlah spanduk dan poster. Koordinator aksi, Suhrarawi dalam orasinya mengatakan, pelanggan PLN di Kecamatan Arjasa dijadikan obyek memperkaya diri oleh oknum pegawai PLN. Bahkan, banyak KWh meter listrik yang sengaja dipasang pada pelanggan dan tidak didaftarkan pada kantor PLN. “Ini kan sudah menyalahi aturan, sudah waktunya pegawai PLN Arjasa diganti dan pelayanan dikembalikan pada semula,â€Âterang Suhra, ketika berorasi di depan Kantor PLN Arjasa, Jalan Batu Guluk (Pulau Kangean), Rabu (08/10). Ia menerangkan, sejak 7 bulan terakhir, pelayanan PLN tidak maksimal. Pelayanan semula 12 jam dalam sehari, sekarang malah berkurang hanya dilayani 6 jam. Bahkan, kondisi itu masih diperparah dengan diberlakukannya pemadaman bergilir dan sering tidak hidup. “Akibatnya, ribuan pelanggan PLN merasakan ketidak nyamanan pelayanan itu,†ujarnya. Adapun 4 poin penting yang menjadi tuntutan pelanggan PLN Arjasa itu, yakni pelayanan optimal, tindak tegas oknum yang melakukan pungli pada pelanggan, ganti pegawai yang tidak bertanggung jawab, dan pembersihan KWh ilegal. Sementara, Supervisor pelayanan pelanggan Kabupaten Sumenep, Abdurrahman mengatakan, bahwa pihaknya tidak bisa berbuat banyak untuk mengabulkan tuntutan pelanggan PLN Arjasa. Sebab, pengurangan jam pelayanan itu, merupakan Surat Keputusan Bersama (SKB) 5 Menteri. “Apalagi pasokan BBM ke Arjasa sejak bulan kemarin berkurang, yakni hanya dikirim 80 ton BBM,â€Âterangnya. Ia menjelaskan, langkah awal untuk mengatasi kondisi itu, pihaknya akan berupaya menambah pengiriman stok BBM menuju Arjasa, supaya pelayanan PLN kembali normal. ( Nita, Esha )